Lima bulan pasca-erupsi Merapi. Bantuan masih mengalir kepada para korban melewati tangan-tangan petugas dan relawan. Puspita Dwi Anggraini, seorang sarjana Teknik Sipil UGM datang membawa misi berbeda. Ia membawa identitas sebagai seorang pendamping masyarakat. Tugas yang diembannya tak lain bagian dari program pemulihan ekonomi. Bagi Puspita, mencari korban erupsi menjadi pemetik manfaat program, ternyata tak mudah. Dari bagaimana memilih di mana lokasi yang tepat sampai memilah-pilah korban yang layak. Belum lagi, tak sedikit korban yang malah menolak tawaran program recovery ekonomi.
Oleh: ARDIAN INDRAPUTRA, Koordinator Program Masyarakat Mandiri
Tidak ada suatu prosesi ritus seremonial yang menasbihkan kita sebagai pegiat pemberdayaan masyarakat ulung. Sebagai contoh misalnya seorang anak laki-laki suku Indian yang tidak akan disebut 'dewasa' dan boleh ikut berperang, sebelum lulus melewati ujian survival di alam liar, dan berhasil menyerahkan kepala harimau ke hadapan para tetua adatnya - ini merupakan simbol 'keganasan' dunia yang tertaklukkan.
Menjadi catatan dan kritik khusus dari para dosen pengajar di IHS, untuk
di Indonesia banyak kegagalan diproses pengembangan ekonomi lokal
dikarenakan kepentingan non-ekonomi memiliki peran yang berlebih.
Sulitnya menjaga independensi program akan berdampak kepercayaan
(trust) antar stakeholder sulit terbangun. Kondisi tersebut jelas
berpengaruh besar, karena keberhasilan ekonomi lokal berhubungan
langsung dengan mekanisme pasar yang sulit di paksa ataupun diatur
sekalipun oleh pemerintah.
Program Ketahanan Pangan untuk memberdayakan petani ubi jalar di
Kabupaten Kuningan telah memasuki tahun ketiga. Proses pemberdayaan di
wilayah Jawa Barat itu telah melalui dua dari tiga tahapan utama yakni
pembentukan kelompok dan penguatan kelembagaan. Sekarang, program
memasuki tahapan terakhir: pemandirian kelembagaan lokal. Tahap ini
memiliki peran penting dalam menentukan keberlanjutan program setelah
pelepasan (exit) dari proses pendampingan.
Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM), keberadaanya dimulai tahun 2000. ISM
merupakan penamaan bagi kelompok atau lembaga ekonomi dampingan Dompet
Dhuafa. Istilah ikhtiar tidak sekadar bermakna ‘berusaha’ tetapi juga
memiliki unsur ‘doa’. Kenapa? Karena kelembagaan ISM terdiri dari
orang-orang miskin yang secara skill serba kurang. Pengurus ISM,
paling tinggi sekolahnya SMP (mayoritas SD bahkan ada yang tidak tamat
SD). Dengan keterbatasan yang mereka miliki, para pengurus ISM ini
harus mengelola kelompok-kelompok masyarakat. Tentunya hal ini menjadi
tantangan tersendiri bagi Masyarakat Mandiri (MM). Bagaimana untuk
meningkatkan kapasitas mereka, baik technical skill, management skill,
leadership, motivation dan team work.
Studi banding yang dilakukan oleh ISM yang masih tumbuh ke ISM yang
sudah berkembang merupakan satu kegiatan untuk mengembangkan
pengetahuan pembelajaran organisasi. Para peserta studi banding dapat
menilai, mengevaluasi dan mengelaborasi faktor yang mendukung akan
terbentuknya lembaga ISM yang pembelajar.
The
Statistic Body has reported the number of poor people in 2007 was 37.17
persons or 16.58% of total population during period of March 2006-2007.
Poverty in Indonesia is an irony as this country is rich in both land
and ocean, from Sabang to Merauke. We are rich in fishery, mining,
forestry, plantation, and other potencies. Unfortunately, these
overwhelming richness are still not be able to give good welfare to the
people.
Selama
bertugas di wilayah dampingan Pacitan, mulai awal 2006 banyak hal-hal
menarik sebagai pengalaman hidup dan kehidupan. Salah satu pengalaman
menarik adalah ketika awal - awal debut profesi pendamping mulai
dijalankan. Saat itu saya mendampingi para perajin gula kelapa di
sebuah desa satu kecamatan tempat Presiden SBY dibesarkan dan mengenyam
pendidikan dasar. Tepatnya Desa Mantren, Kebon Agung.
Untuk melakukan pemberdayaan orang miskin jangan berikan padanya ikan.
Berilah kail. Kenapa kail? Kail sinonim dengan alat. Yakni alat untuk
mencari ikan. Bentuk kail bermacam-macam dapat berupa pancing, jala,
rumpon atau sejenisnya yang mampu menghasilkan ikan. Harapannya
sederhana, dengan alat itu orang miskin mampu bekerja sehingga
mendapatkan ikan dari hasil keringatnya sendiri. Kerja yang dilakukan
sendiri, cenderung lebih sustain dibanding meminta-minta, dan tentu
lebih terhormat. Hasil kerja dari usaha sendiri jauh lebih berharga
dari sekadar meminta-minta. Sebagaimana riwayat Rasulullah yang telah
memberikan kapak kepada orang miskin peminta-minta. Kemudian orang
miskin, tersebut pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di tahun
2007 adalah 37,17 juta orang atau 16,58 persen dari total penduduk
Indonesia selama periode bulan Maret 2006-2007. Kemiskinan di Indonesia
adalah sebuah ironi. Negeri kita ini kaya, meliputi kekayaan yang ada
di daratan dan lautan dari Sabang sampai Merauke. Tak terkira
banyaknya, baik berupa kekayaan perikanan, pertambangan, kehutanan,
perkebunan dan potensi lain. Tapi kekayaan yang berlimpah itu belum
bisa memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat
Indonesia.