|
| |
Program
PROGRAM PEMULIHAN EKONOMI
PASCA BENCANA ERUPSI MERAPI
Erupsi Merapi yang terjadi tanggal 26 oktober 2010 itu adalah awal dari
segala kerusakan material maupun non material. Dampak erupsi Merapi bagi
warga sekitar merapi diantaranya: kerusakan pada bentuk aset
bangunan/rumah tinggal, perabotan rumah tangga, sarana transportasi dan
juga kerusakan pada jenis asset ekonomi (usaha) lainnya. Kondisi ini
menunjukkan bahwa bencana erupsi Merapi telah banyak merusak berbagai
jenis asset individu, sehingga berimplikasi pada berkurangnya nilai guna
dari asset tersebut yang secara otomatis berimplikasi pada perubahan
pola konsumsi warga dan ekonomi warga merapi tersebut.
Selengkapnya ... Diposting oleh Selasa, 13 September 2011 12:06:14 || Dilihat : 22 Kali |
|
Pemberdayaan Perajin Batik Tulis Imogiri Bantul Gempa bumi yang melanda Jogjakarta dan Jawa Tengah, mengakibatkan
hilangnya aset produktif dan peluang ekonomi bagi para pelaku usaha, di
antaranya yang berada di Kabupaten Bantul dan sekitarnya. Dampak
tersebut dirasakan sangat berat terutama bagi pelaku usaha mikro dan
kecil yang selama ini memiliki modal terbatas. Aset usaha yang mereka
miliki berupa peralatan dan rumah produksi banyak yang hilang dan
rusak tertimpa bencana.
Hingga tiga bulan pasca bencana, ternyata masih banyak pelaku usaha
ekonomi dengan skala mikro yang belum memulai kembali melakukan
aktivitasnya. Ini dikarenakan ketiadaan aset, baik berupa modal maupun
alat produksi untuk berusaha kembali. Termasuk di antaranya para
perajin batik tulis di sekitar makam Imogiri.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Selasa, 12 Januari 2010 21:47:58 || Dilihat : 1828 Kali |
|
Pemberdayaan Ekonomi Korban Tsunami Ciamis Desa Legok Jawa merupakan salah satu desa yang terkena dampak tsunami
17 Juli 2006. Desa ini tergolong desa yang paling parah terkena dampak
tsunami, karena selain lokasinya tepat di pinggir pantai selatan,
antara pantai dengan desa hampir tiada batas. Terdapat satu kampung
yakni kampung Cibuluh yang tergolong terisolir dari kampung lainnya.
Kedua jembatan yang menghubungkan ke kampung lainnya hilang terbawa air
laut.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Sabtu, 25 Juli 2009 22:04:38 || Dilihat : 2563 Kali |
|
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Nelayan Pascatsunami Kebumen Tsunami 17 Juli 2006 melibas pesisir selatan Kebumen. Wilayah terdampak
paling parah di antaranya Kecamatan Ayah. Pendampingan diberikan,
karena korban tsunami yang rata-rata nelayan membutuhkan
keberlangsungan penghidupan.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Sabtu, 25 Juli 2009 22:03:32 || Dilihat : 1934 Kali |
|
Pemulihan Ekonomi Situ Gintung Bantuan dari Dompet Dhuafa Republika menyentuh daerah terdampak
jebolnya Situ Gintung masuk ke fase pemulihan ekonomi. Sebagaimana
program-program pemberdayaan ekonomi pascabencana lainnya, penanganan
daerah di Ciputat Selatan ini oleh Masyarakat Mandiri, digunakan
strategi pendampingan sebagai kunci keberhasilan program. Dana bantuan
mulai dimanfaatkan warga sebagai modal usaha.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Rabu, 08 Juli 2009 12:11:39 || Dilihat : 2539 Kali |
|
PENGADAAN SARANA AIR BERSIH & MCK BERBASIS MASYARAKAT DI CARINGIN, KABUPATEN BOGOR Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) merupakan salah satu
program dan aksi nyata Masyarakat Mandiri dan masyarakat dengan dukungan
PT Tirta Investama, untuk meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi,
dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan
angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan
lingkungan.
Selengkapnya ... Diposting oleh Rabu, 14 September 2011 16:08:12 || Dilihat : 12 Kali |
Klaster Mandiri Lebak - Banten
Program dijalankan di wilayah Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak,
terutama di desa-desa Badui Luar dan masyarakat di luar Suku Badui,
dengan pertimbangan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi yang lebih
baik dari wilayah lain serta memiliki jumlah penduduk miskin yang cukup
tinggi.
Selengkapnya ... Diposting oleh Rabu, 14 September 2011 15:14:15 || Dilihat : 10 Kali |

Klaster Mandiri Blora - Jawa Tengah
Program Klaster Mandiri di Blora berintikan Program Pemberdayaan
Masyarakat Melalui Pengembangan Industri Rumah Tangga Berbasis Pangan.
Program ini mendukung Percepatan Pertumbuhan Sektor Riil Melalui
Kegiatan Pengembangan Industri Rumah Tangga Berbasis Pangan yang
terintegrasi dari hulu sampai hilir.
Selengkapnya ... Diposting oleh Rabu, 14 September 2011 15:00:26 || Dilihat : 13 Kali |

Klaster Mandiri Bantaeng – Sulawesi Selatan
Kabupaten Bantaeng memiliki letak geografis yang strategis dengan
memiliki alam tiga dimensi yakni bukit pegunungan, lembah dataran dan
pesisir pantai dengan dua musim. Dengan letak yang strategis tersebut
Kabupaten Bantaeng memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan baik
sektor kelautan-perikanan, pertanian, peternakan, perkebunan serta
sektor pariwisata. Beragamnya potensi yang ada di Kabupaten Bantaeng
tidak selaras dengan kondisi perekonomian masyarakat yang secara umum
masih berada di bawah garis kemiskinan. Pada Tahun 2010 ini tercatat
sekitar 38,20 % penduduk miskin atau 67.503 jiwa dari sekitar 176.708
jiwa penduduk Kabupaten Bantaeng.
Selengkapnya ... Diposting oleh Selasa, 13 September 2011 11:19:02 || Dilihat : 41 Kali |
Klaster Mandiri Zona Madina – Parung Bogor
Pengembangan kawasan Zona Madina yang terletak di wiayah Kecamatan
Kemang Kabupaten Bogor merupakan salah satu program Dompet Dhuafa yang
dalam perencanaannya akan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan program
pengembangan masyarakat yang bersifat sosial maupun ekonomi.
Selengkapnya ... Diposting oleh Selasa, 13 September 2011 11:09:38 || Dilihat : 40 Kali |
Klaster Mandiri Kulon Progo - Jawa Tengah
Salah satu wilayah yang dijadikan sasaran program di Kabupaten Kulon
Progo adalah Kecamatan Kokap, dengan pertimbangan bahwa kecamatan
tersebut memenuhi kriteria program di mana masih cukup tingginya jumlah
penduduk yang kategori prasejahtera dan di lain sisi potensi sumberdaya
lokalnya masih mungkin untuk dikembangkan sebagai salah satu upaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Selasa, 13 September 2011 11:07:36 || Dilihat : 38 Kali |

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS NELAYAN MELALUI PROGRAM PENGUATAN KELEMBAGAAN KLASTER IKAN KERING DI PULAU PASARAN-BANDAR LAMPUNG
Bank Indonesia (BI) Lampung memberikan bantuan berupa pembinaan bagi
para kelompok pengolah ikan kering di Pulau Pasaran. Pembinaan tersebut
bertujuan untuk membantu mengangkat produktivitas masyarakat di pulau
itu.
Selengkapnya ... Diposting oleh Selasa, 22 Februari 2011 14:05:34 || Dilihat : 1051 Kali |

Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Ekonomi dan Kegiatan Konservasi
Program yang diselenggarakan oleh PT Tirta Investama (Danone Aqua) bekerjasama dengan Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa dan masyarakat ini merupakan salah satu program CSR yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Wilayah pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di Desa Ciherang Pondok dan Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Program yang berbasiskan pada potensi lokal ini berupaya mengoptimalkan potensi di kedua desa tersebut untuk menyelesaikan masalah yang ada. Sehingga diharapkan seluruh sektor ekonomi yang ada mulai dari sektor usaha-usaha kecil (industri rumah tangga) dapat berkembang dengan baik, kegiatan kepedulian terhadap lingkungan (konservasi) dapat berjalan di wilayah-wilayah kawasan yang kritis dan wilayah penghijaun Ring I Aqua.
Selengkapnya ... Diposting oleh Selasa, 22 Februari 2011 13:41:34 || Dilihat : 1088 Kali |

PENGUATAN USAHA MIKRO KECIL INDUSTRI RUMAH TANGGA
BERBASIS KLUSTER MAKANAN RINGAN DI CIAMIS
Peran dan kontribusi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam membangun
perekonomian nasional Indonesia telah terbukti nyata dan tidak perlu
diragukan lagi. Setumpuk bukti atas peran UKM ini telah banyak
dikemukakan oleh berbagai pihak melalui berbagai riset, publikasi dan
berita di media massa. Menurut data hasil Sensus Ekonomi 2006 (BPS,
2007), jumlah pelaku usaha di luar sektor pertanian adalah 22,7 juta,
dengan 83,43 persennya adalah usaha mikro dan 15,84 persennya adalah
usaha kecil. Sektor usaha mikro, kecil dan menengah juga menyerap 89,98
persen dari sekitar 50 juta tenaga kerja yang bekerja di sektor ekonomi
non pertanian.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Rabu, 24 Maret 2010 06:34:10 || Dilihat : 2310 Kali |

PENGEMBANGAN IRT MINYAK ATSIRI BERBAHAN SEREH WANGI
BERBASIS KOMUNITAS PETANI LAHAN KERING
Usaha budidaya tanaman atsiri termasuk sereh wangi memiliki prospek dan
layak untuk dikembangkan sebagai usaha alternative. Mengembangan sereh
wangi bisa dengan mengoptimalkan potensi lahan kering dengan mengelola
sekitar hutan (PHBM=pengelolaan hutan berbasis masyarakat) serta
menggerakkan potensi ekonomi di perdesaan melalui usaha kecil berbasis
sumber daya local. Pada gilirannya tentu dapat meningkatkan
kesejahteraan penduduk di desa-desa di daerah perbukitan dan pinggir
hutan. Usaha budidaya dan IKM atsiri layak untuk dikembangkan sebagai
salah satu usaha alternatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan
penduduk di desa-desa miskin sekitar daerah lahan kering dan pinggir
hutan.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Rabu, 24 Maret 2010 06:24:34 || Dilihat : 2149 Kali |

PEMBERDAYAAN PETANI DAN KELUARGANYA MELALUI PENGEMBANGAN USAHA KECIL BERBASIS SINGKONG
Ubi kayu sudah lama menjadi tanaman pangan (food crops) penting di
Indonesia, ketiga setelah padi dan jagung. Jumlah produksi tahunan pada
tahun 2004 diperkirakan mencapai 18.473.960 ton, menjadikan Indonesia
sebagai produsen terbesar dunia selain Brazil, Thailand, India, Peru
dan Kolombia. Meski begitu, produktivitas per-ha lahan masih relatif
rendah, yaitu 16,4 ton/ha dibandingkan dengan 40 ton/ha yang dicapai
dalam sebuah program ujicoba di Trenggalek pada tahun 2006.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Rabu, 24 Maret 2010 06:13:28 || Dilihat : 1943 Kali |
|
Pemberdayaan Komunitas Petani Kelapa Berbasis Usaha Kelompok di Pacitan Petani kelapa di sentra kelapa di Pacitan termasuk komunitas
terpinggirkan. Gula merah adalah hasil produksi utama usaha yang
berlangsung turun-temurun. Namun, para petani sekaligus perajin gula di
Pacitan belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Gula dibeli dengan harga murah oleh bakul, sehingga margin keuntungan
yang menjadi andalan meraih kesejahteraan keluarga terbilang kecil.
Karena, secara umum mereka tak memiliki akses pasar, selain soal mutu
gula yang masih potensial untuk di-upgrade.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Minggu, 26 Juli 2009 23:08:08 || Dilihat : 2021 Kali |
|
Kampung Itik Terpadu 
Wilayah pantura merupakan sentra peternak itik. Namun, kebanyakan warga
belum mampu merengkuh kesejahteraan dari hajat beternak itik. Program
Kampung Itik Terpadu berusaha menjawab persoalan ini dengan menggunakan
pendekatan program Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL)/ local economic
development.
PEL sendiri bertujuan memberikan peluang kepada suatu kelompok
masyarakat miskin produktif untuk berperan dan berinisiatif
menggerakkan sumberdaya-sumberdaya lokal untuk membangun komunitas
tersebut. PEL adalah sebuah upaya untuk mengendalikan aktivitas ekonomi
bagi masyarakat yang dilakukan langsung oleh para pelaku usaha lokal
yang berskala mikro dan kecil (UMK) yang akan merangsang pengembangan
ekonomi lokal guna mengintegrasikan daerah terbelakang ke dalam sistem.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Minggu, 26 Juli 2009 23:06:09 || Dilihat : 2308 Kali |
|
Kampung Hayati Sentra Tahu Iwul 
Program Kampung Hayati Sentra Tahu bertumpu pada tiga hal: peningkatan
kesejahteraan, pengelolaan limbah dan konsep kampung hayati.
Proses-proses yang sudah dilakukan dalam program pemberdayaan klaster
perajin tahu adalah dengan pembiayaan usaha dan pendampingan.
Pendampingan mendorong perbaikan manajemen usaha pembuat tahu, secara
perorangan maupun kolektif.
Terkait dengan pasar dan jaringan, pendampingan memfasilitasi
perajin tahu melalui serangkaian aktivitas yang mendorong mereka agar
memiliki daya tawar yang lebih kuat. Komunitas diarahkan supaya mampu
mengakses pasar yang lebih besar, dalam skala regional. Hal ini
ditopang dengan ikhtiar pembinaan rutin tentang pengelolaan cara
produksi yang sesuai dengan standar kesehatan. Para mitra dampingan di
antaranya mengikuti penyuluhan dari Dinas kesehatan, selain aparat
pemerintahan dari tingkat desa hingga kecamatan.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Minggu, 26 Juli 2009 23:04:02 || Dilihat : 1623 Kali |
|
Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Revitalisasi Posyandu yang Didukung oleh Usaha Ekonomi Produktif Inilah sebuah ikhtiar mengikis salah satu problem kesehatan, dengan
pemberdayaan ekonomi. Masyarakat Mandiri bergandeng tangan dengan Japan
International Cooperation Agency (JICA), mendedikasikan ikhtiar ini
untuk kepentingan menaikkan derajat kesehatan ibu dan anak melalui
lembaga Posyandu. MM menggarap sisi pemberdayaan komunitas (termasuk
ekonomi), yang beriringan dengan program kesehatan khususnya Posyandu
yang ditangani oleh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa
Republika. Posyandu sendiri merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari,
oleh dan untuk masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Dengan model
pemberdayaan komunitas, program ini menggarap sisi inisiatif dan
pelembagaan masyarakat untuk keberlanjutan Posyandu.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Minggu, 26 Juli 2009 23:01:00 || Dilihat : 1872 Kali |
|
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Pekerja Migran Cianjur, Sukabumi, dan Kendal Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia terdapat potensi besar yang bisa
dikembangkan yaitu pemanfaatan remitensi untuk pengembangan ekonomi
keluarga. Remitensi yang dikirim ke beberapa daerah dapat mengurangi
kemiskinan di wilayah pedesaan. Keluarga memanfaatkannya untuk memenuhi
kebutuhan pangan, perumahan, pendidikan dan kesehatan.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Minggu, 26 Juli 2009 22:58:30 || Dilihat : 1925 Kali |
|
Revitalisasi Agro Industri ITTARA Subur Jaya (SJ) Dompet Dhuafa di Lampung Berdiri tahun 1998, Industri Tepung Tapioka Rakyat (ITTARA) Subur Jaya
(SJ) Dompet Dhuafa di Desa Tambah Subur, Way Bungur, Lampung Timur
memproduksi tepung tapioka. Setelah beberapa kali berganti manajemen
dan mengalami pasang surut produksi, industri berbasis rakyat ini
dikelola oleh Masyarakat Mandiri pada 2007. Masyarakat Mandiri
melakukan revitalisasi pada industri bagi petani singkong ini dengan
beberapa kegiatan, di antaranya:
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Minggu, 26 Juli 2009 22:55:09 || Dilihat : 2010 Kali |
|
Program Revitalisasi P4K Program Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)
merupakan kerja sama Masyarakat Mandiri bekerja sama dengan Health
Service Program (HSP) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Program
ini didedikasikan untuk turut menekan angka kematian ibu dan bayi serta
upaya kesehatan lebih mudah diakses masyarakat.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Minggu, 26 Juli 2009 22:52:31 || Dilihat : 2405 Kali |
|
Gerakan Lima Kilogram Gula untuk Pendidikan 
Perbaikan pendidikan di desa tak bisa melepaskan keterlibatan berbagai
komponen masyarakat. Untuk mendorong perbaikan bisa dilakukan
pendekatan peningkatan kapasitas tenaga pengajar, dan daya dukung orang
tua siswa. Program hasil kerja sama Masyarakat Mandiri dengan
Japan International Cooperation Agency (JICA) ini berintikan
pemberdayaan ekonomi produktif bagi para orang tua untuk menyokong
kesinambungan pendidikan anak-anak mereka.
Gerakan Lima Kilo Gula Kelapa (GELIPA) program ini dinamai. Sebuah
ajakan dan ikhtiar terprogram untuk membudayakan kebiasaan menabung dan
membayar uang sekolah dengan gula kelapa. Potensi kelapa di daerah
sasaran cukup besar, sehingga banyak warga yang memanfaatkan nira
kelapa untuk dijadikan gula merah. Berbagai langkah penguatan kapasitas
dijalankan, baik bagi para orang tua murid dan para pendidik di desa
dampingan.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Rabu, 08 Juli 2009 12:39:33 || Dilihat : 2229 Kali |

Ketahanan Pangan - Pemberdayaan Petani Ubi Jalar Kuningan
Berdasarkan definisi ketahanan pangan dari FAO (1996) dan UU RI No. 7
tahun 1996, yang mengadopsi definisi dari FAO, ada 4 komponen yang
harus dipenuhi untuk mencapai kondisi ketahanan pangan yaitu: kecukupan
ketersediaan pangan; stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi
dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun,
aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan serta Kualitas/keamanan
pangan.
Isu berkembangnya konsep ketahanan pangan dipengaruhi oleh penurunan
kapasitas produksi domestik dengan rata-rata pertumbuhan kurang dari
satu persen, sedangkan pertambahan penduduk sebesar 1,2 persen per
tahun. Di sisi lain, kapasitas produksi pangan, kepemilikan lahan dan
penguasaan petani terhadap teknologi tepat guna cenderung menurun.
Masyarakat Mandiri sebagai lembaga pendampingan masyarakat, ingin
berkontribusi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional
melalaui program Ketahanan Pangan Berbasis Ubi jalar. Masyarakat
mandiri melakukan dampingan secara intensif terhadap komunitas petani
ubi di kabupaten Kuningan Jawa Barat melalui penguatan jaringan pasar,
pengolahan aneka usaha turunan, dan pengelolaan kelembagaan.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Senin, 06 Juli 2009 23:09:39 || Dilihat : 3389 Kali |
|
Micro Enterprise Empowering Program Tanggung jawab dunia usaha melalui Corporate Social Responsibility
salah satunya diwujudkan dalam bentuk Community Development. PT Arun
NGL mempercayakan Dompet Dhuafa Republika untuk program pemberdayaan
ekonomi sekitar wilayah operasi perusahaan.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Senin, 06 Juli 2009 22:07:52 || Dilihat : 2323 Kali |
Pedagang Tangguh Kerjasama DD dengan Miwon
Selengkapnya ... Diposting oleh Senin, 13 Februari 2012 15:15:03 || Dilihat : 0 Kali |
|
Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart Seperti halnya di beberapa kota besar lainnya, di Kota Depok juga
terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjajakan komoditas jualannya
di jalan-jalan, terutama yang terklihat di sepanjang jalan Margonda
raya. Aspek kemananan dari sanitasi, higienitas dan bahan tambahan
pangannya seperti pewarna, pengenyal, pemanis, pengempuk, pengawet dan
lain sebagainya dapat dinilai masih dalam kategori kritis. Tentunya
fakta empiris di lapangan ini patut untuk mendapatkan perhatian dan
penyikapanlebih lanjut.
Selengkapnya ... Diposting oleh Selasa, 13 September 2011 11:46:21 || Dilihat : 19 Kali |
|
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN YAYASAN PESONA MITRA Pada umumnya, akses dan peran serta perempuan dalam konteks
sosio-kultural di Indonesia kerapkali masih terbatas. Hal ini diketahui
misalnya dari sistem nilai yang berlaku, bahwa perempuan yang baik
adalah mereka yang berkewajiban mengelola urusan domestik (rumah tangga)
saja. Sedangkan kaum lelaki memiliki keleluasaan dan posisi tawar yang
tinggi dalam perekonomian rumah tangga dengan berkiprah di wilayah
publik. Fakta sosial ini kemudian semakin meneguhkan kedudukan lelaki
sebagai satu-satunya pihak yang berwenang dalam setiap pengambilan
keputusan strategis persoalan ekonomi rumah tangga, termasuk menyikapi
problematika kemiskinan yang dialaminya dan upaya mewujudkan
kesejahteraan.
Selengkapnya ... Diposting oleh Selasa, 13 September 2011 11:39:46 || Dilihat : 22 Kali |
|
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA Selain sebagai Ibukota dan pusat pemerintahan Negara Indonesia, Jakarta
merupakan Kota Metropolitan yang berkembang sebagai pusat bisnis dengan
tingkat kemajuan perekonomian yang pesat ketimbang daerah lain. Fakta
ini mengundang minat eksodus atau urbanisasi penduduk pendatang dari
berbagai daerah ke Jakarta, dengan tujuan hendak mengadu nasib. Bagi
para penduduk yang tidak memiliki kualifikasi dan saluran-saluran
memperjuangkan klas sosio-ekonominya, akan tersisih dengan keterbatasan
pilihan mata pencaharian yang ada.
Selengkapnya ... Diposting oleh Selasa, 13 September 2011 11:25:34 || Dilihat : 48 Kali |

PROGRAM KPMS SURABAYA
Para pelaku usaha mikro makanan jajanan memiliki peluang yang besar
untuk menyerap tenaga kerja. Hal ini dapat mengurangi tingkat
pengangguran di kota-kota besar dan meningkatkan penghasilan dan
kesejahteraan masyarakat. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan
kapasitas pengetahuan dan keterampilan para pelaku usaha mikro ini agar
usaha-usaha mereka bisa berkembang optimal.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Rabu, 24 Maret 2010 06:06:05 || Dilihat : 2081 Kali |
|
PEMBERDAYAAN PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DAN UKM DI SEKITAR PASAR INDUK KRAMAT JATI Program ini merupakan sebuah program lanjutan dari program pemberdayaan
pengasong yang telah terhenti sejak tahun 2008. Program ini
dilaksanakan di Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur
tempat berdirinya gedung Z Point. Program ini memberdayakan masyarakat
sekitar yang mayoritas adalah penduduk usia produktif dengan pendidikan
yang rendah.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Selasa, 15 September 2009 21:20:10 || Dilihat : 1740 Kali |
|
Pemberdayaan Pedagang Makanan di Kampus IPB Selama ini Masyarakat Mandiri menggarap pemberdayaan komunitas
perkotaan (urban) yang bergerak di sector usaha makanan jajanan dari
tahun 2006. Kalangan kampus, khususnya Intitut Pertanian Bogor (IPB)
tertarik menerapkan program serupa untuk dijalankan di lingkungan
kampus.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Selasa, 15 September 2009 21:13:18 || Dilihat : 2660 Kali |
|
Program Yang Muda Yang Mandiri (YM2) Program ini digulirkan sebagai salah satu solusi untuk menjawab sedikit
permasalahan besar yang dihadapi kalangan muda khususnya dan bangsa
Indonesia umumnya, yaitu tingginya masalah pengangguran. Dengan
bergulirnya program ini , diharapkan ada respon positif dari
lembaga-lembaga lain yang concern terhadap masalah pengangguran,
terutama pemerintah. Program menyasar usia muda yang potensial berbasis
kelompok atau usaha bersama.
Selengkapnya ... Diposting oleh Minggu, 26 Juli 2009 22:46:01 || Dilihat : 1309 Kali |
|
Pemberdayaan Komunitas Pelaku Usaha Mikro Makanan Jajanan Rentan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Berbahaya (BTP) di Perkotaan Isu makanan jajanan mengandung bahan kimia berbahaya (formalin, boraks,
rhodamin B, dan lain-lain) berpengaruh buruk terhadap penjualan produk
pedagang makanan jajanan, terutama di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,
Bekasi (Jabodetabek). Hal ini berakibat pada penurunan pendapatan
mereka.
Pemberdayaan ekonomi komunitas dilakukan melalui pendampingan berupaya
untuk meningkatkan taraf hidup pelaku usaha mikro makanan jajanan ini
dengan program pemberdayaan pelaku usaha mikro makanan jajanan di
Jabodetabek dalam bentuk pendampingan usaha, penguatan modal, pembinaan
kelompok dan penumbuhan pola jaminan keamanan pangan yang berbasis
komunitas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka
baik dari aspek ekonomi dan sosial.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Minggu, 26 Juli 2009 22:28:18 || Dilihat : 1774 Kali |
|
Pemberdayaan Kelompok Pengusaha Makanan Sehat Program ini melanjutkan program urban sebelumnya, Program Pemberdayaan Usaha Mikro Makanan Jajanan yang Rentan Penggunaan Tambahan Berbahaya (BTP), menjangkau wilayah Jabodetabek. Hanya saja, program mutakhir ini menyasar penerima manfaat para pedagang dengan beberapa anak buah yang menjajakan makanan jajanan di wilayah metropolitan. Penentuan para pedagang atau bos sebagai pemetik manfaat dengan pertimbangan, lebih mudah diarahkan dalam soal mutu dan keamanan makanan, mudah memperoleh standar PIRT, serta peningkatan kemajuan usaha lebih jelas dengan konsekuensi peningkatan ekonomis bagi anak buahnya.
Selengkapnya ... Diposting oleh Hery D. Kurniawan Senin, 06 Juli 2009 22:13:39 || Dilihat : 3007 Kali |
|
|
Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA
| |