Jajanan sekolah yang murah meriah banyak ditemukan di hampir sebagian
besar sekolah, khususnya sekolah dasar negeri. Jajanan itu murah karena
sang penjual menyesuaikannya dengan saku para siswa. Jadi, jangan
menanyakan segi kesehatannya. Berdasarkan penelitian, sebagian jajanan
itu mengandung bahan kimia berbahaya.
MATARAM - Hati-hati dengan jajanan anak sekolah. Di Mataram, Nusa
Tenggara Barat (NTB), ditemukan sebanyak 32 persen jajanan anak sekolah
yang dijual di lingkungan sekolah tergolong tidak sehat.
(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Semarang - Petugas BBPOM Semarang menemukan beberapa
jajanan sekolah yang mengandung zat-zat berbahaya bagi manusia saat
melakukan pemeriksaan rutin makanan di sejumlah sekolah dasar (SD).
KEMBANGAN
(Pos Kota) –Setidaknya 46 persen 92 sampel jajanan di lingkungan SD dan
sederajat banyak mengandung bahan berbahaya, bakteri Escherichia Coli
atau E-Coli.
DEPOK - Sesuai namanya, gulali atau yang biasa dikenal dengan arum
manis memiliki rasa yang manis dan banyak digemari oleh siswa SD. Namun
tahukah Anda, hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Kota Depok
menyatakan sebagian pedagang menggunakan pewarna tekstil atau Rodhamin
dan Methanil Yellow pada gulali.
ANDA termasuk Moms yang doyan jajan? Sering menyetop Bang Juki si
penjual siomay yang melintas di depan rumah setiap sore? Atau,
menyantap bakso si Kumis?
28/07/2009 - 17:00
Jajanan SD Banyak Kandungan Formalin
INILAH.COM, Depok - Jajanan makanan di sekolah dasar (SD) di Kota
Depok, Jawa Barat hingga saat masih banyak mengandung bahan makanan
berbahaya seperti formalin, boraks, dan rodamin.
Jajanan Sekolah Ganggu Daya Serap & Picu Kenakalan Siswa
Rafiqa Qurrata A - detikNews
Jakarta
- Jajanan sekolah yang minim gizi terus menjadi sorotan. Zat pewarna
dan pengawet yang digunakan, disinyalir menurunkan daya serap siswa.
Bahkan bisa memicu kenakalan. Kok bisa?
Kampanye "Ayo Peduli Jajanan Sehat!" - Punya anak usia taman
kanak-kanan atau sekolah Dasar? Apa yang mudah nampak di sekitar
sekolah mereka? Tepat, pedagang jajanan. Sebagian, menggunakan minyak
goreng (pedagang gorengan), atau zat pewarna (penjual kue basah,
pengguna saus buatan).