Bersama teman-teman pendamping kami pernah berbincang santai. Ternyata menjadi pendamping masyarakat untuk program pemberdayaan bukanlah cita-cita awal. Ada yang ingin sekali menjadi penyanyi, model, dokter, pilot dan tentara. Dan, saat ujian seleksi perguruan tinggi selepas SMA-pun kami memilih jurusan yang sesuai dengan cita-cita. Tapi rupanya Tuhan menentukan lain.
Tak dapat dipungkiri pangan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia yang harus dipenuhi sehari-hari. Pangan yang sehat akan memberikan dampak yang baik bagi tubuh, begitupun sebaliknya. Salah satu bentuk pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat dari berbagai lapisan adalah pangan jajanan atau makanan jajanan. Pangan jajanan berperan penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi anak-anak usia sekolah.
Pemberdayaan
masyarakat yang kami lakukan tidak bisa dilepaskan dari kegiatan
pendampingan yang merupakan salah satu strategi penting penunjang
keberhasilan. Pendampingan berprinsip “membantu komunitas agar mampu
membantu diri mereka sendiri”. Pendamping adalah pendamping, bukan dewa
penolong atau problem solver secara langsung.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di tahun
2007 adalah 37,17 juta orang atau 16,58 persen dari total penduduk
Indonesia selama periode bulan Maret 2006-2007. Kemiskinan di Indonesia
adalah sebuah ironi. Negeri kita ini kaya, meliputi kekayaan yang ada di
daratan dan lautan dari Sabang sampai Merauke. Tak terkira banyaknya,
baik berupa kekayaan perikanan, pertambangan, kehutanan, perkebunan dan
potensi lain. Tapi kekayaan yang berlimpah itu belum bisa memberikan
kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.