Minggu 20-Mei-2012
Ahad 28 Jam Akhir 1433
|
|
| |
  |
Sepenuh Hati dari Titik Awal 
Lima bulan pasca-erupsi Merapi. Bantuan masih mengalir kepada para korban melewati tangan-tangan petugas dan relawan. Puspita Dwi Anggraini, seorang sarjana Teknik Sipil UGM datang membawa misi berbeda. Ia membawa identitas sebagai seorang pendamping masyarakat. Tugas yang diembannya tak lain bagian dari program pemulihan ekonomi. Bagi Puspita, mencari korban erupsi menjadi pemetik manfaat program, ternyata tak mudah. Dari bagaimana memilih di mana lokasi yang tepat sampai memilah-pilah korban yang layak. Belum lagi, tak sedikit korban yang malah menolak tawaran program recovery ekonomi.
Umumnya program pasca-bencana, hibah tunai memang paling popular. Pemetik manfaat acapkali ‘kebanjiran’ bantuan.Tak heran, pendamping macam Puspita kadang menemui kesulitan menawarkan program pendampingan ekonomi disertai pembiayaan. Di lapangan Puspita merasakan realitas, warga seperti dimanjakan oleh banjirnya bantuan. Padahal program yang dibawa Puspita dari Dompet Dhuafa intinya juga hibah yang digulirkan dengan tujuan merangsang produktivitas warga. Di masa mengenalkan program inilah, tak sedikit kendala ditemui. Tapi, di situ pula seni seorang pendamping mengawal sebuah program sehingga diterima masyarakat dan berbagai pihak terkait.
Lebih lengkap dibaca di Rubrik SPIRIT
Diposting oleh Hery D. Kurniawan Diposting pada hari Jum`at, 17 Februari 2012 21:32:52
| |
<<-- Kembali
|