Jakarta - Festival Nasional, Pameran dan Penganugrahan Indonesia MDGs Awards yang diselenggarakan di Jakarta awal Februari ini di antaranya mengetengahkan sebuah Talk Show “Warung Anak Sehat” menghadirkan Dompet Dhuafa bersama Sari Husada sebagai mitra kerjasama dalam program yang menggarap daerah-daerah rawan gizi buruk.
Talk Show yang diadakan pada Rabu, 1 Februari 2012 bertempat di Balai Kartini, Jakarta ini merupakan salah satu rangkaian penting dari Festival Nasional, Pameran dan Penganugrahkan Indonesia MDGs Awards. Tampil sebagai narasumber adalah Project Leader Warung Anak Sehat (WAS) dari Sari Husaha, Arif Rudianto, berdampingan dengan Armie Robi, Direktur Eksekutif Masyarakat Mandiri mewakili Dompet Dhuafa.
Peserta talk show yang kebanyakan ibu-ibu terlihat antusias mengikuti penjelasan kedua narasumber yang memaparkan berbagai hal mengenai program Warung Anak Sehat. Arif Rudianto menjelaskan, warung pada program Warung Anak Sehat tak hanya menyediakan makanan sehat, tapi juga ada unsur edukasi yang penting bagi konsumennya. Konsumen tentu para ibu dan anak-anak serta balita mereka. “Konsumen WAS juga bisa melakukan konsultasi gizi secara gratis, sehingga diharapkan dengan program ini tingkat gizi anak Indonesia di beberapa wilayah menjadi lebih baik,” jelas Arif Rudianto. Selain itu juga di program ini, Ibu Warung Anak Sehat (IWAS) juga ditingkatkan kapasitasnya dalam hal kewirausahaan. Oleh karena itu, Sari Husada berkerjasama dengan Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa untuk pendampingan IWAS.
Sementara Armie Robi, Direktur Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa menjelaskan program sinergi ini memfokuskan ketersediaan makanan bergizi yang selama ini menjadi masalah tersendiri di beberapa daerah. Akses masyarakat khususnya untuk anak terhadap makanan bergizi dan terjangkau sangat rendah. Hal ini diperparah dengan minimnya pengetahuan dan pendidikan ibu-ibu tentang gizi seimbang anak-anak mereka. Upaya mengatasinya di antaranya melalui peningkatan peran Posyandu yang tersebar di berbagai daerah termasuk yang rawan gizi buruk. Program Warung Anak Sehat di antaranya melibatkan peran para ibu Posyandu.
Para Ibu Warung Anak Sehat, jelas Armie, rata-rata diambil dari para kader Posyandu. Mereka di masyarakat biasanya sudah dipercaya dalam perannya sebagai sahabat para ibu dalam menjaga kesehatan anak khususnya balita. Melalui program WAS, tenaga pendamping dari Masyarakat Mandiri memberi pendampingan untuk penguatan kapasitas para ibu WAS di antaranya tentang pengetahuan gizi, kewirausahaan, dan manajemen.
Tidak saja penguatan kapasitas, program kerjasama ini juga menyalurkan modal kerja dan investasi di antaranya berupa gerobak atau bangunan WAS yang menjadi tempat penyediaan makanan sehat di beberapa daerah. Program menargetkan 60 titik WAS di Jakarta, Sukabumi, Lebak dan Lombok. Di setiap warung, program memfasilitasi berbagai media konsultasi nutrisi seperti booklet, tablet computer, dan software AMG. Media-media ini digunakan untuk konsultasi antara konsumen dengan Ibu WAS dan nutrisionis yang menjadi ahli tentang nutrisi.
Selain mengisi acara talkshow, Gerobak WAS juga hadir di stand pameran milik Sari Husada pada acara Pameran MDGs Nasional 2012. Selama dua hari tanggal 31 Januari - 1 Februari 2012 di Balai Kartini, Gerobak WAS dan Bu Nur, mitra IWAS Bidaracina Jakarta melayani penyuluhan gizi dan memberikan penjelasan seputar program WAS kepada para pengunjung stand. Tak lupa, setiap harinya Bu Nur juga memberikan makanan sehat gratis ala WAS hasil kreasinya