Lebak - Langkah penumbuhan Warung Anak Sehat di Jakarta dan Sukabumi kini disusul Lebak, Banten. Program ini menggebrak Lebak beranjak dari masih potensinya kejadian gizi buruk dan gizi kurang. Warung Anak Sehat sebuah ikhtiar sinergi Dompet Dhuafa dengan Sari Husada menyediakan makanan bergizi di daerah-daerah rawan gizi buruk.
Program sinergi memfokuskan ketersediaan makanan bergizi yang selama ini menjadi masalah tersendiri di beberapa daerah. Akses masyarakat khususnya untuk anak terhadap makanan bergizi dan terjangkau sangat rendah. Hal ini diperparah dengan minimnya pengetahuan dan pendidikan ibu-ibu tentang gizi seimbang anak-anak mereka. Upaya mengatasinya di antaranya melalui peningkatan peran Posyandu yang tersebar di berbagai daerah termasuk yang rawan gizi buruk. Program Warung Anak Sehat di antaranya melibatkan peran para ibu Posyandu.
Titik awal program di Lebak berupa pemilihan para calon Ibu Warung Anak Sehat (IWAS) di empat Kecamatan di Kabupaten Lebak. Untuk menjadi IWAS yang berarti perannya dalam program, para calon IWAS ini mengikuti Pelatihan Warung Anak Sehat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Selasa 31 Januari sampai 2 Februari 2012. Pelatihan ini mengajak peserta memahami konsep Warung Anak Sehat dan mampu menjalankan warung secara kontinyu.
“Di Lebak ini, program Warung Anak Sehat ditumbuhkan seperti di daerah lainnya, Jakarta (Pre pilot), Sukabumi dan Lombok. Secara keseluruhan, program ini dibangun di 60 titik yang menjadi bagian dari ikhtiar kami turut mengatasi kejadian gizi buruk yang di beberapa daerah. Melalui pelatihan ini, mudah-mudahan tumbuh para wirausahawan tangguh. Siapa tahu dimulai dari warung nanti jadi toko, Toko Anak Sehat. Ibu-ibu harus memiliki mimpi untuk maju,” papar Armie Robi, Direktur Eksekutif Masyarakat Mandiri-Dompet Dhuafa di depan peserta pelatihan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, H.M Sukirman, S.Sos, MSc., memberi apresiasi pada program sebagai sebuah cara untuk turut menanggulangi kesenjangan masalah kesejahteraan dan kesehatan, termasuk di Lebak. “Ini sebuah kegiatan pemberdayaan yang mudag-mudahan tak saja menghasilkan para wirausahawan tangguh, namun juga bisa ikut menangani masalah gizi. Program Warung Anak Sehat melibatkan para ibu, mudah-mudahan bisa meluas. Sekarang saja menjangkau Kecamatan Cibadak, Cimarga, Rangkas Bitung, dan Karang Anyar,” ungkap Sukirman.
“Ibu-ibu nantinya bisa membuka warung yang menyediakan makanan bersih, sehat dan memenuhi kaidah gizi seimbang yang menunjang tumbuh kembang anak. Ibu-ibu ini nantinya jualan makanan yang tentu berorientasi pada produk sehat. Dengan cara ini, berarti ikut memperhatikan persoalanan gizi buruk yang rawan terjadi pada anak usia 0-59 bulan,” lanjut Kepala Dinas.
Pada gebrakan hari pertama, pelatihan menghadirkan motivator bisnis Zaenal Abidin (Bang Jay) dengan Training Entrepreneurship, mendorong ibu-ibu memiliki motivasi menjadi pengusaha. Hari kedua dan ketiga, peserta memperoleh penguatan kembali dengan praktik kewirausahaan yang ditemani oleh trainer yang sama. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai Warung Anak Sehat, edukasi nutrisi dan mikrofinansial. Fasilitator pelatihan juga mengajak mereka merencanakan aktivitas sebagai Ibu Warung Anak Sehat yang memiliki peran di antaranya menghidupkan warung yang menyediakan makanan sehat sekaligus bisa menjadi pemberi informasi mengenai gizi seimbang bagi warga.