Ini catatan kebahagiaan sebagian warga sekitar Situ Gintung Tangerang Selatan. Koperasi sudah mereka tegakkan di tengah-tengah komunitas daerah bekas terdampak jebolnya tanggul, kini menyusul toko mereka dirikan.
Hari itu, Selasa 17 Januari 2012, hari berbagi kebahagiaan warga. Samidi dan kawan-kawan pengurus KSU ISM Sigi Madani mengundang mitra layanan dan warga berkumpul di pinggir Kali Situ Gintung. Melengkapi kegembiraan, mereka undang beberapa tokoh dan aparat setempat. Warga dipersilahkan memesan makanan pada gerobak dan lapak yang disediakan koperasi hanya dengan modal secarik kupon. Mereka bisa pesan bakso, siomay, ketoprak, es buah atau es kelapa tanpa merogoh saku.
Tak hanya memesan makanan secara gratis, warga bisa membeli paket sembako dengan harga murah dari harga standar. Koperasi yang memperoleh status badan hukum pada Mei 2010 itu membagikan 250 paket sembako murah kepada mitra layanan koperasi dan warga miskin. Motivasi Samidi dan kawan-kawan menjalankan kegiatan ini sebagai bagian dari cara mengenalkan koperasi yang diperuntukkan bagi masyarakat melalui kegiatan bernuansa meringankan beban warga. Hari itu, mereka meresmikan toko dan sekretariat koperasi. Beberapa waktu yang lalu, koperasi juga membagi-bagi bantuan bagi sejumlah yatim piatu.
Laju koperasi pimpinan Samidi boleh dibilang cepat. Timnya cukup gesit untuk mengurus koperasi yang selama ini banyak bergerak di bidang simpan pinjam. Warga di wilayah terdampak bencana pada 27 Maret 2009 itu cukup terbantu dengan gerak layanan koperasi selama ini. Sejumlah 139 orang rata-rata merupakan pelaku usaha mikro atau pedagang kecil yang memiliki usaha di daerah Ciputat. Kegiatan simpan-pinjam sudah dimulai sejak koperasi belum didirikan. Lembaga pengelola pembiayaan usaha mikro saat bernama Ikhtiar Swadaya Mitra Sigi Madani, merupakan lembaga lokal yang didirikan saat program pendampingan pascabencana Situ Gintung oleh Masyarakat Mandiri-Dompet Dhuafa selama dua tahun.
Tak mau diam dengan hanya satu jenis layanan, koperasi dikembangkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat khususnya sembako. “Koperasi didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu kebutuhan yang menonjol kan sembako, kami mendirikan toko sembako beserta kebutuhan sehari-hari lainnya,” jelas Samidi pada acara peresmian toko dan sekretariat koperasi.
Laju perkembangan koperasi Sigi Madani juga diakui Yayan Rukmana dari Dompet Dhuafa. “Situ Gintung ini bagian dari gerbong besar program-program Dompet Dhuafa. Kami melihat, koperasi Sigi Madani ini merupakan satu di antara koperasi-koperasi dampingan yang berkembang dan sukses,” ungkap Yayan di depan warga Situ Gintung.
Yayan juga berpesan kepada Samidi dan kawan-kawan, “Jangan pernah berhenti untuk bermimpi. Toko ini berdiri dari mimpi bapak-ibu sekalian dan sekarang telah mewujud. Dan, jangan pernah berhenti berdoa, karena berhenti berdoa berarti berhentilah kehidupan.”
Perkembangan koperasi dan toko amat diidamkan warga. Haji Ata Abidin,Ketua RW setempat menganggap kemajuan Samidi dan kawan-kawan adalah bagian dari berkah. Musibah telah lewat, banyak hal telah berubah. Menurut Ata, ada saja yang patut disyukuri oleh warga. Salah satunya kehadiran koperasi Sigi Madani. Ia berharap, toko ini jangan kalah dengan toko-toko besar sekelas supermarket yang banyak berdiri seperti di wilayah Ciputat. Warga mudah-mudahan terbantu dengan toko dan kegiatan pembiayaan yang dijalankan oleh koperasi.