Lepas dampingan, lembaga lokal Pacitan makin berkibar. Berkat etos para pengurus Koperasi ISM Manggar Sari yang tinggi untuk maju, mereka panen kepercayaan. Selain bantuan dari menteri, mereka kini dipercaya membangun sentral gula merah sebagai produk unggulan di Pacitan.
Koperasi ISM Manggar Sari berhasil membangun jaringan dengan berbagai pihak untuk pengembangan pasar maupun pembukaan akses informasi. Gula merah atau gula kelapa sebagai produk utama koperasi kini mulai menggeliat naik pamor menjadi produk unggulan kabupaten asal Presiden SBY itu.
Para pengurus kini tengah bekerja keras membuat jaringan produksi gula rumahan di desa-desa di wilayah Kebon Agung Pacitan. Gula merah memang rata-rata dibuat oleh warga dengan memanfaatkan potensi pohon kelapa yang cukup besar.
Melalui model jaringan produksi rumahan, Koperasi ISM Pacitan mengumpulkan gula di Griya Industri Gula Kelapa Sari Manggar milik koperasi. “Koperasi kami mengumpulkan dan selanjutnya memasarkan gula dengan mutu dan kemasan yang standar,” jelas Khoirul Huda, ketua koperasi yang berdomisili di Desa Mantren itu.
Upaya dan kerja keras Khoirul dan kawan-kawan tersebut beriringan dengan kepercayaan Pemda setempat untuk menstandarisasi gula merah sebagai produk unggulan. Bupati Pacitan di Desa Mantren pada medio Oktober 2011, menandatangani kerjasama dengan Koperasi ISM Manggar Sari serta PNM untuk peningkatan mutu gula. Pemda bahkan merekomendasikan berbagai pihak untuk belajar pada koperasi pimpinan Khoirul dalam hal pengembangan gula berbasis kelompok.
Tak hanya itu. Dua bulan sebelumnya, dampingan Masyarakat Mandiri – Dompet Dhuafa pada program pemberdayaan petani kelapa tahun 2006-2009 itu juga memperoleh dana bantuan dari Menteri Koperasi dan UKM RI untuk pengembangan koperasi.