Minggu 20-Mei-2012
Ahad 28 Jam Akhir 1433
Website ini bisa diakses versi mobile-nya di gadget Anda!
Menu Utama
Iklan





Hit Counter

 
Versi CetakVersi Cetak
Presdir Dompet Dhuafa: “ISM Bisa Menjadi Model Pemberdayaan”
Tidak sekadar memberi sambutan, Pak Ismail berusaha lebih mendekatkan frekuensi semangat dirinya dengan gelombang audiens di hadapannya. Ya, Pak Ismail A. Said, Presiden Direktur Dompet Dhuafa tengah berbicara di sebuah acara Temu ISM IV yang diikuti oleh para utusan lembaga lokal dari 23 daerah se-Indonesia. Lembaga lokal dampingan Masyarakat Mandiri-Dompet Dhuafa ini dikenal dengan sebutan Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM). Mereka berkumpul di Bogor, 7-9 Desember 2011, di sebuah event tahunan sebagai cara Masyarakat Mandiri merawat keberlanjutan kelembagaan lokal, termasuk komunitas pascadampingan. Berikut sari paparan Pak Ismail di depan peserta Temu ISM IV:
 Saya sangat terkesan dengan Bapak Ibu sekalian. Mas Armie (Direktur Eksekutif Masyarakat Mandiri) menyebut Bapak dan Ibu sebagai orang yang terpilih. Saya pikir, Bapak Ibu ini luar biasa. Cukup banyak orang ingin kerjasama dengan MM. Namun belum ada kesempatan. Dan, kesempatan bukan saja soal waktu, tapi MM sangat selektif dalam memilih mitra. Sehingga apa yg kita lakukan ini amanah dari para penyandang dana. Saya mewakili DD mengucapkan selamat karena Anda menjadi mitra MM. Dompet Dhuafa ini sebuah lembaga sosial sekaligus lembaga pemberdayaan. Ada tiga program yang menjadi fokus kami. Program sosial, di antaranya bantuan langsung pada masyarakat yang membutuhkan, lalu pendidikan dan ketiga pengembangan ekonomi produktif.
Tema Temu ISM menarik. “Bisnis Maju, Lebih Peduli”. Bicara bisnis menarik. Sebagai contoh, orang tua saya petani. Saya paham, yang paling susah itu petani. Bukan tidak boleh bertani. Ambil contoh, harga singkong, Rp 1000,- per kilo. Dibawa ke pasar jadi Rp 3.000,-. Begitu dipotong-potong lalu digoreng, dijual Rp 500,-. Berarti 1 kilo jadi Rp 50.000,-. Belum lagi bila singkong dikembangkan dalam bentuk lain. Intinya bisnis penting sekali untuk dikembangkan. Bisnis bisa membawa multiplier effect. Dampak manfaatnya besar, ketimbang bentuk asalnya, termasuk komoditas singkong. Kemarin di TV, di Bandung daerah kreatif kuliner. Ada keripik Karuhun, kabarnya bisa mengimbangi keripik Mah Icih yang sudah terkenal duluan. Ini menarik sekali.
Sekarang, di daerah Bapak dan Ibu, apa yang bisa jadi produk unggulan. Sekali lagi contoh singkong, sebagai bahan bakunya. Di Lampung daerah saya, sampai sekarang tak ada orang Lampung terkenal karena singkongnya. Yang terkenal, para petani dikerjain konglomerat. Di kala panen harga Rp 1.000,- perkilo, konglomerat bilang uang belum ada, stok banyak. Petani karena takut singkongnya busuk dijual Rp 500,- perkilo, petani rugi. Para konglomerat tak peduli, Cuma memikirkan diri dan kelompoknya. Beda dengan kita, kalau maju, kita lebih peduli. Pada keluarga, pada anggota dan masyarakat. Saya suka tema ini. Bisnis Maju, Lebih Peduli. Suatu hari tiap daerah ada unggulannya. Seperti Pacitan, unggulannya gula kelapa. Sebenarnya banyak turunannya. Sekali lagi, bisnis harus diperhatikan.

Dalam enam tahun, ada 64 ISM di seluruh nusantara. Sebagian berbentuk koperasi. ISM sebarannya di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Sebarannya luas. Jumlah banyak itu penting, tapi yang terpenting adalah kualitasnya. Karena buat apajumlah banyak tapi kualitasnya rendah. Saya bangga sekali jadi orang Indonesia, tapi sekaligus sedih. Contohnya saja, 240 juta orang Indonesia, susah sekali mencari 11 orang pemain bola.
Kadang waktu mendirikan kita mudah sekali, tapi susah mempertahankan. Bagaimana bertahan. Bagaimana bapak ibu, setelah program exit, bisa menciptakan tim yang semangat. Kalau aki mboil perlu di-charge. Setahun sekali kumpul. Tahun depan saya sarankan pindah kota untuk Temu ISM. Bisa di Pacitan, bisa Bantaeng. Kalau bisnis Anda maju, kan biaya tak jadi soal.

Bapak dan ibu adalah orang luar biasa, lebih maju. Jangan terlalu berharap bimbingan dari pemerintah. Jangan-jangan di daerah Anda sudah banyak dipinang pemerintah…. Sekarang saatnya Anda berbagi pengalaman. Kalau nanti dalam pertemuan, mungkin bisa sambil minum kopi, ceritakan pengalaman. Pengalaman itu guru paling baik. Buku, boleh kita belajar macam-macam. Aplikasi di lapangan lebih baik dari buku. Buku hanya teori. Teori tidak bisa kalau tidak diaplikasikan.

Saya berharap, ISM menjadi motor penggerak, katalisator ekonomi, karena kita tumbuh sendiri. Biasanya orang yang tumbuh sendiri lebih kuat daripada yang ditumbuhkan. Yang kedua, ISM ini saya harapkan menjadi model pemberdayaan. Model yang bisa ditiru yang lain. Oleh karena itu, jangan buka tutup. Baru dibimbing, tidak lama tutup. Yang ketiga, bisa mengangkat kehidupan anggota dengan cara kita bersatu padu.

Diposting oleh Hery D. Kurniawan
Diposting pada hari Jum`at, 23 Desember 2011 22:09:16


<<-- Kembali


Sinergi & CSR



HIGHLIGHT


Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart
Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA

Woro-Woro



 
Spirit



Sepenuh Hati dari Titik Awal
Sepenuh Hati dari Titik Awal
Manifesto Pemberdayaan: Inovasi Tiada Henti
Manifesto Pemberdayaan: Inovasi Tiada Henti
Mimpi untuk  Indonesia
Mimpi untuk Indonesia
With Sweet Potatoes, From Kuningan to Rotterdam
With Sweet Potatoes, From Kuningan to Rotterdam
Hopes and Dreams of ISMs
Hopes and Dreams of ISMs


Photo Gallery


Ismail A. Said, Presdir Dompet Dhuafa bersama jajaran Masyarakat Mandiri, LP POM MUI, dan Pemda Jaka


Video Gallery


Revitalisasi Posyandu dengan Usaha Ekonomi di Tangerang
Revitalisasi Posyandu dengan Usaha Ekonomi di Tangerang
Menjadikan Petani Kelapa Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Kampung Tahu
Kampung Tahu (part2)
Batik Alami
Batik Alami 1
Kecil-kecil Bersertifikat Halal
Ikrar Mitra
Penguatan IRT Snack Ciamis
Pemberdayaan Perempuan Penjual Makanan di Surabaya
Pemberdayaan Perempuan Penjual Makanan di Surabaya (2)
Nabung Gula Buat Sekolah (1)
Nabung Gula Buat Sekolah (2)
Ketahanan Pangan (Singkong) di Lampung
Ketahanan Pangan (Singkong) di Lampung (2)
Warung Anak Sehat

 

 
Designed & Developed By Solusi-IT.Com