Minggu 20-Mei-2012
Ahad 28 Jam Akhir 1433
Website ini bisa diakses versi mobile-nya di gadget Anda!
Menu Utama
Iklan





Hit Counter

 
Versi CetakVersi Cetak
Belajar Kelembagaan Ekonomi Lokal di Rotterdam

Di kota Rotterdam, Belanda,  Tim REDs mendapatkan kesempatan belajar pengembangan ekonomi lokal di HIS Erasmus University. Selain mendapatkan materi akademik, dua pekan lebih, kami berkesempatan melakukan kunjungan dan berinteraksi langsung dengan pelaku/stakeholder ekonomi lokal di Provinsi Limburg dan Westland.

Materi perkuliahan ditekankan pada prinsip-prinsip dan teknik pengembangan ekonomi lokal: partisipasi, independen dan profesional. Kemampuan melakukan proses partisipasi lintas stakeholder dari tahap awal menjadi langkah penentu efektifitas pengembangan ekonomi lokal. Kekeliruan yang sering kali terjadi  pada proses partisipasi adalah ketidaktepatan dalam mensinergikan stakeholder utama, mengenal problem inti dan penentukan tujuan (objective) yang SMART: Stimulating, Measurable, Acceptable, Realistic and Time bound.  

Selain membutuhkan langkah awal yang tepat, pengembangan ekonomi lokal membutuh kondisi lingkungan dan lembaga yang mendukung. Dibutuhkan lingkungan yang lebih merangsang masyarakat untuk membangun jiwa entrepreneurship dibanding memanjakan sifat konsumsi. Selain itu, kelembagaan yang bersifat BDS (Business Development Support) menjadi pilihan tepat untuk menginisiasi jiwa  entrepreneurship masyarakat dan mendampingi pengembangan usaha yang telah ada. Tetapi yang perlu diingat, BDS harus menjadi sebuah lembaga kombinasi nirlaba-bisnis  yang menginisiasi dan mengakselerasi  masyarakat ataupun usahawan dalam berbisnis secara mandiri.

Praktek di Indonesia, seringkali format BDS lebih banyak dilakukan oleh perbankkan yang lebih bersifat akselerator tatapi sulit menjangkau fungsi insiator karena kepentingan bisnis menjadi tujuan utama. Sedangkan fungsi inisiator lebih sering dilakukan oleh instansi birokrasi yang pendekatannya malah sering berujung pada ketergantungan usahawan dibanding menumbuhkan jiwa entrepreneurship.

LIOF (Limburg Development and Investment Company), merupakan model kelembagaan yang berperan sebagai BDS di Belanda yang menjadi salah satu tujuan objek lesson learn.Lembaga yang dibentuk sejak tahun 1975 oleh Kementerian Ekonomi ini memiliki tanggung jawab membenahi dan membangun perekonomian Provinsi Limburg yang mengalami keterpurukan akibat penutupan tambang batubara di tahun 1965. Batu bara sebelumnya menjadi lokomotif ekonomi di provinsi yang berbatasan langsung dengan Jerman itu. Meskipun 92% saham dimiliki oleh pemerintah pusat, akan tetapi pengelolaan LIOF diserahkan kepada profesional dengan mekanisme korporasi swasta yang independen. Fokus utama LIOF adalah memberi inovasi dan nilai tambah pada struktur ekonomi Limburg.

LIOF memiliki empat aktivitas kunci yakni Modal Ventura,Business Park,Pengembangan bisnis dan promosi investasi, serta pengembangan inovasi. Hal menarik dari sistem pembiayaan, bagian 62 % diperuntukan kepada pengusaha kecil atau IKM baru. Sistem yang diterapkan LIOF, mayoritas tidak menggunakan sistem bunga, akan tetapi menggunkan  sistem saham/investasi dengan mekanisme shareprofit. Adapun pembiyaan dengan sistem penyertaan modal menggunakan mekanisme interest sebesar inflasi tahun berjalan. Meskipun sistem pengelolaan korporasi profesional, keempat aktivitas LIOF bukan berorientasi bisnis. Adapun untuk kemandirian finansial, LIOF memiliki unit bisnis tersendiri dan juga berhak menanam saham di perusahaan yang berinvestasi di Limburg.

Diposting oleh Nurhamdani S.
Diposting pada hari Rabu, 04 Mei 2011 13:01:33


<<-- Kembali


Sinergi & CSR



HIGHLIGHT


Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart
Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA

Woro-Woro



 
Spirit



Sepenuh Hati dari Titik Awal
Sepenuh Hati dari Titik Awal
Manifesto Pemberdayaan: Inovasi Tiada Henti
Manifesto Pemberdayaan: Inovasi Tiada Henti
Mimpi untuk  Indonesia
Mimpi untuk Indonesia
With Sweet Potatoes, From Kuningan to Rotterdam
With Sweet Potatoes, From Kuningan to Rotterdam
Hopes and Dreams of ISMs
Hopes and Dreams of ISMs


Photo Gallery


Ismail A. Said, Presdir Dompet Dhuafa bersama jajaran Masyarakat Mandiri, LP POM MUI, dan Pemda Jaka


Video Gallery


Revitalisasi Posyandu dengan Usaha Ekonomi di Tangerang
Revitalisasi Posyandu dengan Usaha Ekonomi di Tangerang
Menjadikan Petani Kelapa Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Kampung Tahu
Kampung Tahu (part2)
Batik Alami
Batik Alami 1
Kecil-kecil Bersertifikat Halal
Ikrar Mitra
Penguatan IRT Snack Ciamis
Pemberdayaan Perempuan Penjual Makanan di Surabaya
Pemberdayaan Perempuan Penjual Makanan di Surabaya (2)
Nabung Gula Buat Sekolah (1)
Nabung Gula Buat Sekolah (2)
Ketahanan Pangan (Singkong) di Lampung
Ketahanan Pangan (Singkong) di Lampung (2)
Warung Anak Sehat

 

 
Designed & Developed By Solusi-IT.Com