Minggu 20-Mei-2012
Ahad 28 Jam Akhir 1433
Website ini bisa diakses versi mobile-nya di gadget Anda!
Menu Utama
Iklan





Hit Counter

 
Versi CetakVersi Cetak

Jakarta -  13-Jan-2010

Jajanan Sekolah Masih Mengandung Bahan Berbahaya


Jajanan sekolah yang murah meriah banyak ditemukan di hampir sebagian besar sekolah, khususnya sekolah dasar negeri. Jajanan itu murah karena sang penjual menyesuaikannya dengan saku para siswa. Jadi, jangan menanyakan segi kesehatannya. Berdasarkan penelitian, sebagian jajanan itu mengandung bahan kimia berbahaya.

Setelah munculnya makanan yang banyak mengandung bahan kimia berbahaya, pemerintah pun akhirnya memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini. Salah satu perhatian yang diberikan adalah melakukan penyuluhan kesehatan mengenai dampak penggunaan bahan pengawet ke dalam jajanan anak sekolah. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri Menteng Dalam 01 dan 02, Jakarta, Selasa (12/1).

Tahun lalu, dilakukan penelitian di 4.500 sekolah, mencakup enam kota di Pulau Jawa. Dari situ, ditemukan banyak zat berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi siswa. Makanan itu mengandung bahan kimia berbahaya, seperti boraks, zat pewarna tekstil, dan formalin yang terbukti bisa menimbulkan penyakit kanker. Nah, untuk lebih waspada terhadap jajanan yang dijual di lingkungan sekolah, saat ini pemerintah telah melakukan pembinaan di 400 sekolah.
Mobil Laboratorium Keliling

Penyuluhan itu dilakukan untuk memberikan pengertian terhadap guru, siswa, dan kantin tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari penambahan zat-zat tersebut ke dalam makanan. Selain di sekolah, penyuluhan kesehatan ini juga dilakukan ke pasar-pasar tradisonal. Tujuannya, agar para pedagang tidak menjual bahan pengawet itu.

Selain memberikan penyuluhan, pemerintah juga meluncurkan mobil laboratorium keliling. Mobil itu nantinya akan berkeliling ke sekolah-sekolah untuk mengecek jajanan siswa. Jika ditemukan pedagang yang menjual makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya, pemerintah akan melarang penjualnya berdagang lagi di sekolah itu.

Liputan/penulis: EVA
Sumber: Redaksihttp://www.berani.co.id/Artikel_Detail.aspx?ID=2669&URLView=default.aspx

Diposting oleh
Diposting pada hari Rabu, 20 Januari 2010 21:53:14


<<-- Kembali


Sinergi & CSR



HIGHLIGHT


Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart
Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA

Woro-Woro



 
Spirit



Sepenuh Hati dari Titik Awal
Sepenuh Hati dari Titik Awal
Manifesto Pemberdayaan: Inovasi Tiada Henti
Manifesto Pemberdayaan: Inovasi Tiada Henti
Mimpi untuk  Indonesia
Mimpi untuk Indonesia
With Sweet Potatoes, From Kuningan to Rotterdam
With Sweet Potatoes, From Kuningan to Rotterdam
Hopes and Dreams of ISMs
Hopes and Dreams of ISMs


Photo Gallery


Ismail A. Said, Presdir Dompet Dhuafa bersama jajaran Masyarakat Mandiri, LP POM MUI, dan Pemda Jaka


Video Gallery


Revitalisasi Posyandu dengan Usaha Ekonomi di Tangerang
Revitalisasi Posyandu dengan Usaha Ekonomi di Tangerang
Menjadikan Petani Kelapa Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Kampung Tahu
Kampung Tahu (part2)
Batik Alami
Batik Alami 1
Kecil-kecil Bersertifikat Halal
Ikrar Mitra
Penguatan IRT Snack Ciamis
Pemberdayaan Perempuan Penjual Makanan di Surabaya
Pemberdayaan Perempuan Penjual Makanan di Surabaya (2)
Nabung Gula Buat Sekolah (1)
Nabung Gula Buat Sekolah (2)
Ketahanan Pangan (Singkong) di Lampung
Ketahanan Pangan (Singkong) di Lampung (2)
Warung Anak Sehat

 

 
Designed & Developed By Solusi-IT.Com