Minggu 20-Mei-2012
Ahad 28 Jam Akhir 1433
Website ini bisa diakses versi mobile-nya di gadget Anda!
Menu Utama
Iklan





Hit Counter

 
Versi CetakVersi Cetak

Jajanan SD Berbahaya, Orangtua Waspada

Rabu, 24 Juni 2009 - 19:25 WIB


KEMBANGAN (Pos Kota) –Setidaknya 46 persen 92 sampel jajanan di lingkungan SD dan sederajat banyak mengandung bahan berbahaya, bakteri Escherichia Coli atau E-Coli.


“Lebih baik bekali anak dengan makanan dari rumah agar lebih hygienis dan terjamin kesehatanya ” kata Walikota Jakarta Barat,HM.Djoko Ramadhan,Rabu (24/6).Walikota menjelaskan bila jajanan yang mengandung bakteri E-Coli ini dikonsumsi oleh murid bisa menyebabkan gangguan saluran pencernaan seperti penyakit diare.


“Untuk itu saya mengimbau selain kewaspadaan orangtua  terhadap jajanan sekolah dan pihak sekolah harus memperketat pengawasannya.” jelas Walikota didampingi Kasudin Kominfomas  Jakarta Barat,HM.Yusuf Mansyur.


Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, Hj Yenuarti S Arfian, bakteri E-Coli dalam makanan disebabkan beberapa hal, antara lain karena proses pengolahan makanan yang tidak hygienis, tempat penyajian terkontaminasi serangga dan  debu, pembeli tidak bersih, melayani pembeli sambil berbicara, batuk serta  penggunaan alat pelindung diri yang kurang.

Pihaknya juga mememeriksa kimia terhadap 116 sampel jajanan , 63 sampel di antaranya menggunakan zat pewarna dan bahan pengawet yang dilarang seperti formalin, boraxs, dan salysilat.Serta 59 sampel menggunakan pemanis buatan yaitu sacharin bahkan ada 3 sampel menggunakan bahan pewarna yang tidak diijinkan untuk makanan yakni Rhodamin B,  Zat pewarna Rhodamin ini biasa digunakan untuk pewarnaan tekstil. Zat tersebut dapat terakumulasi dalam tubuh dan bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Berdasarkan uji penggunaan bahan pengawet, dari 63 sampel yang diuji terdapat 11 persen (7 sampel) menggunakan formalin dan empat sampel menggunakan salisilat. “Formalin digunakan untuk pengawet mayat dan textil yang sangat berbahaya bagi tubuh,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya dampak yang tidak diinginkan dari penggunaan bahan tambahan tersebut, Pemkot Jakarta Barat akan mengadakan  penyuluhan terhadap produsen makanan jajanan tentang pengolahan makanan yang baik dan penggunaan bahan makanan yang aman bagi manusia. Selain itu pihak  sekolah juga akan dilibatkan untuk pengawasannya.
(herman/sir)

Diposting oleh
Diposting pada hari Rabu, 20 Januari 2010 21:37:12


<<-- Kembali


Sinergi & CSR



HIGHLIGHT


Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart
Program Kelompok Pengusaha Makanan Sehat (KPMS) Kerjasama dengan Hypermart
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PERKOTAAN KERJASAMA DENGAN KESUMA TIARA

Woro-Woro



 
Spirit



Sepenuh Hati dari Titik Awal
Sepenuh Hati dari Titik Awal
Manifesto Pemberdayaan: Inovasi Tiada Henti
Manifesto Pemberdayaan: Inovasi Tiada Henti
Mimpi untuk  Indonesia
Mimpi untuk Indonesia
With Sweet Potatoes, From Kuningan to Rotterdam
With Sweet Potatoes, From Kuningan to Rotterdam
Hopes and Dreams of ISMs
Hopes and Dreams of ISMs


Photo Gallery


Ismail A. Said, Presdir Dompet Dhuafa bersama jajaran Masyarakat Mandiri, LP POM MUI, dan Pemda Jaka


Video Gallery


Revitalisasi Posyandu dengan Usaha Ekonomi di Tangerang
Revitalisasi Posyandu dengan Usaha Ekonomi di Tangerang
Menjadikan Petani Kelapa Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Kampung Tahu
Kampung Tahu (part2)
Batik Alami
Batik Alami 1
Kecil-kecil Bersertifikat Halal
Ikrar Mitra
Penguatan IRT Snack Ciamis
Pemberdayaan Perempuan Penjual Makanan di Surabaya
Pemberdayaan Perempuan Penjual Makanan di Surabaya (2)
Nabung Gula Buat Sekolah (1)
Nabung Gula Buat Sekolah (2)
Ketahanan Pangan (Singkong) di Lampung
Ketahanan Pangan (Singkong) di Lampung (2)
Warung Anak Sehat

 

 
Designed & Developed By Solusi-IT.Com