
28/07/2009 - 17:00
Jajanan SD Banyak Kandungan Formalin
INILAH.COM, Depok - Jajanan makanan di sekolah dasar (SD) di Kota Depok, Jawa Barat hingga saat masih banyak mengandung bahan makanan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rodamin.
"Dalam jangka panjang jajanan makanan yang mengandung bahan berbahaya itu, bisa menyebabkan kanker, sedangkan dalam jangka pendek akan menyebabkan gangguan pencernaan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Hardiyono disela-sela acara seminar Hasil Survey Makanan Jajanan Anak Sekolah, di Balaikota Kota Depok, Selasa, [28/7].
Dinkes Kota Depok melakukan survei jajanan makanan terhadap 60 SD di empat kecamatan (Sukmajaya, Cimanggis, Pancoran Mas, dan Sawangan), dengan metode pengumpulan data dan wawancara dengan para pedagang jajanan.
Jajanan makanan itu juga dianalisa laboratorium Saraswati Bogor, untuk mengukur kandungan Bahan Tambahan Pangan (BTP).
Survei tersebut dilakukan pada 10-14 Juni 2009. SD yang disurvei antara lain SD Sukamaju 5, SD Kalimulya 5, SD Curug 1, SD Cimpauen 4, SD Cipayung 2, SD Depok Jaya 2, SD Muh. Darul Arqam, SD Bojong Sari 4, dan lainnya.
BTP yang berbahaya yaitu methanil yellow (pewarna kuning), rodamin B (pewarna merah), boraks (pengawet), formalin (pengawet), dan BTP melebihi kadar ialah siklamat (pemanis makanan berkalori rendah) dan benzoat (pengawet).
Bahan ini terkandung pada beberapa makanan seperti kerupuk mengandung methanil yellow sebesar 10%, es puter mengandung Rodamin B 10%, mie basah, bakso, lontong dan krupuk mengandung boraks sebesar 5%, dan tahu, bakso mengandung formalin sebesar 10%.
"Kepada para pedagang yang masih menggunakan bahan berbahaya semacam itu akan dilakukan pendekatan persuasif," katanya.
Ia mengatakan, Dinkes akan memberikan hasil survei itu ke sekolah-sekolah serta akan memberikan penyuluhan kepada pedagang.
Sementara itu, Kepala Bidang Perbekalan Kesehatan dan POM, Dinkes Kota Depok Herjubinatin mengatakan, wilayah pedagang jajanan SD yang banyak mengunakan BTP berbahaya dan melebihi kadar yaitu boraks di Sawangan, formalin di Sukmajaya, rhodamin B di Sawangan, Sukmajaya dan Cimanggis, benzoat pada saos yang melebihi kadar terdapat di Sukmajaya.
Ia menambahkan, hasil survei dan labotarium akan dibagikan ke setiap sekolah yang telah menjadi contoh. Pihak sekolah akan melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pedagang untuk mengurangi pemakaian BTP berbahaya.
"Masyarakat hendaknya dapat berperan dalam menyampaikan aduan masalah dan masukan untuk pencegahan beredarnya BTP berbahaya," katanya. [*/L1]
Diposting oleh
Diposting pada hari Rabu, 20 Januari 2010 21:27:11