1. Koperasi ISM Buanajaya
Berlokasi di Buanajaya, Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, koperasi ini didirikan 35 orang. Modal awal pendirian koperasi sebesar Rp19. 672.000. Kini, anggota koperasi yang dibentuk empat tahun lalu ini sekarang hampir 200 orang, sebagian besar perempuan. Aset koperasi sekarang sebesar Rp 300 juta. Layanan koperasi di atas bukit Cibeureum ini meliputi pembiayaan kecil, jual-beli hasil tani, sembako dan sarana produksi pertanian. Koperasi ini memiliki target dua tahun ke depan, memiliki aset lembaga Rp 500 juta.
(Ditumbuhkan pada Program Rural– Pemberdayaan Komunitas di Desa Bunajaya)
2. KSU ISM Muara
Koperasi serba usaha dirintis oleh para nelayan di Muara, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Koperasi ini didirikan oleh 32 orang yang terdiri dari para nelayan dan pemilik aneka usaha.
(Ditumbuhkan pada Program Rural– Pemberdayaan Komunitas di Desa Muara)
3. KSU ISM Mitra Bersama Iwul
Koperasi ini didirikan oleh para perajin tahu di Kampung Iwul, Bojong Sempu, Parung, Bogor pada 7 Juli 2007. Anggota layanannya kini meluas ke perajin keset yang juga dampingan MM, juga pedagang kecil pasar hingga keluar desa. KSU ini beranggotakan 21 orang dengan mitra layanan 155 orang.
Sistem peminjaman tanpa bunga dan dengan margin murabahah yang tidak besar menjadi pilihan yang menarik warga sekitar. Ini sekaligus memberikan sebuah paradigma kepada masyarakat sekitar bahwa ada pilihan sistem keuangan. Pengurus telah menerapkan model selain Murabahah dan Mudharabah, yaitu Ijarah dan Gadai.
(Ditumbuhkan pada Program Rural - Kampung Hayati Tahu Iwul)
4. Koperasi Syari’ah ISM Ummi Cianjur
Berdiri 17 Oktober 2007, Koperasi ISM Usaha Muslimah Mandiri, beranggotakan perempuan perajin rajutan khususnya keluarga buruh migran Timur Tengah. Koperasi ini berbasis di Desa Cisarande, Warung Kondang, Cianjur dengan anggota 30 anggota. Koperasi menjadi pengumpul produk rajutan, di antaranya peci. Ke depannya koperasi melayani simpan pinjam dan jual-beli barang-barang rumah tangga dengan sistem arisan berbasis kelompok.
(Ditumbuhkan pada Program Migran – Pemberdayaan Keluarga Migran)
5. KSU ISM Pasirjaya Bogor
Berdiri Maret 2007, perputaran dana koperasi ini cukup besar. Modal dana 78 juta dari MM sudah berkembang menjadi 97 juta. Selain simpan pinjam, koperasi yang digerakkan para pedagang sayuran, mie yam dan bakso ini juga melayani pembiayaan murabahah bagi pedagang kecil dan industri rumah tangga tahu. Pengurus mulai berani ‘ekspansi’ di wilayah Bogor Barat. Bahkan, mereka telah merintis investasi usaha pengelolaan pasir emas di Jasinga dengan investasi Rp 9,5 juta untuk menunjang biaya operasional koperasi.
(Ditumbuhkan pada Program Urban – Pemberdayaan Komunitas Pelaku Usaha Mikro Makanan Jajanan)
6. KSU ISM Manggarsari Pacitan
Koperasi ini diretas oleh para perajin gula kelapa di Mantren dan Wora-wari Sidomulyo, Pacitan. Dengan 210 anggota, koperasi memiliki total aset modal dan bangunan sebesar 240 juta rupiah. Garapan pasarnya selain jual-beli gula juga sektor lain. Maka koperasi ini juga melayani jual beli hasil pertanian, cengkeh, dan sembako. Untuk produk gula, koperasi memiliki Griya Industri Gula untuk produksi dan sentra gula berkualitas.
(Ditumbuhkan pada Program Rural– Pemberdayaan Petani/perajin Gula Kelapa)
7. Koperasi ISM Petik Tangerang
Lembaga yang dibentuk sehari sebelum Ramadhan 1428 H ini mengkhususkan layanan bagi peternak itik dengan cakupan Kecamatan Sepatan dan Sukadiri. Akad yang digunakan jual-beli (murabahah) meliputi penyediaan pakan, bibit dan telur asin. Dengan pendiri 30 orang, koperasi memiliki anggota potensial 100 dari mitra peternak. Untuk jangka panjang, pengurus mulai melirik kelompok peternak itik lain hingga kecamatan lain di wilayah Kabupaten Tangerang.
(Ditumbuhkan pada Program Rural – Pemberdayaan Peternak Itik melalui Pola Kluster Itik)
8. KSU LPP Tangerang
Sebelumnya, koperasi berbentuk Lembaga Pengelola Posyandu di Desa Kedaung Kecamatan Mekarbaru, Kab. Tangerang. Sebagai koperasi, fungsinya juga menjadi lembaga penyokong keberlangsungan kegiatan Posyandu. Dipimpin Cecep, koperasi yang sudah berbadan hukum ini memiliki pengurus dan anggota semuanya perempuan. Selain itu, koperasi ini melayani usaha simpan-pinjam, usaha pangkalan minyak tanah, ternak itik dan telur itik. Anggota potensial sekitar 350 orang yang merupakan warga pemetik manfaat Posyandu.
(Ditumbuhkan pada Program Rural - Revitalisasi Posyandu Melalui Pemberdayaan Ekonomi Produktif- Kerja Sama Japan International Cooperation Agency (JICA)
9. Koperasi ISM Tumbuh Bersama Sukabumi
Koperasi ini diprakarsai oleh para perajin bambu, pembudidaya ikan tawar dan aneka usaha di wilayah kantong pekerja migran Sukabumi. ISM menaungi setidaknya 110 orang mitra.
(Ditumbuhkan pada Program Migran – Pemberdayaan Keluarga Migran)
10. Koperasi ISM Mitra Samudera
Pemrakarsanya tak lain para nelayan dan wanita nelayan korban tsunami di Kecamatan Ayah Kebumen.
(Ditumbuhkan pada Program Recovery Ekonomi Pasca Bencana Tsunami di Kebumen)
11. Koperasi Syariah ISM Bangkit Bersatu
lembaga ini diinisiasi oleh para mitra wilayah recovery pascatsunami di Logodor, Legok Jawa, Ciamis. Mitra yang tergabung dalam ISM sejumlah 85 orang.
(Ditumbuhkan pada Program Recovery Ekonomi Pasca Bencana Tsunami di Ciamis)
12. Koperasi ISM Cipinang
Koperasi ini menaungi para pedagang makanan jajanan seperti bakso, mie ayam, ketoprak, berbagai minuman, dan sebagainya. Usahanya simpan-pinjam dan penggilingan bahan bakso.
(Ditumbuhkan pada Program Urban – Pemberdayaan Komunitas Pelaku Usaha Mikro Makanan Jajanan)
13. Koperasi ISM Bidaracina
Usaha koperasi ini berupa simpan-pinjam dan Gerai Sembako Mandiri (GSM) di Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur.
(Ditumbuhkan pada Program Urban – Pemberdayaan Komunitas Pelaku Usaha Mikro Makanan Jajanan)
14. Koperasi ISM Duta Rana Mandiri Sidoarjo
Koperasi ini diinisiasi para korban Lumpur Sidoarjo, terdiri para perajin tas dan dompet di sentra kerajinan kulit Tanggulangin.
(Ditumbuhkan pada Program Recovery Ekonomi Pasca Bencana Lumpur Lapindo Sidoarjo).
15. Koperasi ISM Bungong Ban Kembang
Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh. Koperasi dengan mayoritas anggota perempuan ini memiliki usaha berjalan simpan-pinjam dan counter HP/pulsa. Anggotanya 30 dengan berbagai usaha perdagangan, kerajinan tangan, bordir, menjahit, dan makanan.
(Ditumbuhkan pada Program Rural - Micro Enterprise Empowerment Program – Arun)
16. Koperasi ISM Bungong Harapan
Berlokasi di Gampong Batuphat Barat Muarasatu, Lhokseumawe. Merupakan koperasi niaga, koperasi ini memiliki anggota 35 orang. Usaha yang sudah berjalan simpan- pinjam dan penjualan beras.
(Ditumbuhkan pada Program Rural - Micro Enterprise Empowerment Program – Arun)
17. Koperasi ISM Rawa Indah
Berlokasi di Gampong Cot Trieng, Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh. Anggota 35 orang. Yang berjalan simpan-pinjam. Jenis koperasi pertanian.
(Ditumbuhkan pada Program Rural - Micro Enterprise Empowerment Program – Arun)
18. Koperasi ISM Maju Bersama
Berlokasi di Gampong Meuria Paloh Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh. Anggota 30 orang, mengambil fokus sebagai koperasi niaga. Usaha yang sudah berjalan: nata decoco dan simpan-pinjam.
(Ditumbuhkan pada Program Rural - Micro Enterprise Empowerment Program – Arun)