Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriyah, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Taqabbalallahu minna waminkum!
Menu Utama
Iklan







Hit Counter

 
Versi CetakVersi Cetak
Iswanda, Rintis Sereh Wangi Bersama Warga Desa Hutan

Bentangan alam yang elok di mata. Paduan perbukitan dan hutan membentang panjang. Panorama itulah yang tampak ketika kita menjejaki wilayah Timur Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tak jauh dari perbatasan dengan propinsi Jawa Tengah, terdapat Desa Suka Rapih yang masuk wilayah Kecamatan  Cibeureum. Di sana ada dinamika baru, di tanah rawan ketertinggalan itu, warga merintis sesuatu yang sama sekali baru. Para warga menanam sereh wangi di lahan kering hutan.

Iswanda, sosok yang kini dianggap penting lingkungan Desa Suka Rapih. Dia dipercaya warga menjadi Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Kelembagaan ini memiliki arti tersendiri bagi upaya pemanfaatan hutan bagi kesejahteraan warga. Tidak seperti di masa lalu, di mana warga tidak dilibatkan dalam pengelolaan hutan.
“Tahun 2006, pemerintah membuat program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat. Mulanya di sini, di Kabupaten Kuningan ini, dan sekarang telah menjadi program nasional. Masyarakat ikut bertanggung jawab akan hutan, termasuk kelestarian lingkungan. Dengan hutan diharapkan masyarakat bisa sejahtera,” papar Iswanda bersemangat.

Menurut Iswanda,  para petani bekerjasama dengan Perhutani memanfaatkan lahan kering. Masyarakat juga bisa menanam berbagai macam tanaman produktif seperti padi, singkong dan jagung di  lahan hutan. “70% warga mengandalkan mata pencaharian dari hutan,” ungkap ayah tiga anak ini.

Meski di pinggir hutan, masyarakat Desa Suka Rapih umumnya cukup terbuka pada sesuatu yang baru. Iswanda menjadi cerminan watak warga yang terbuka. Orangnya cukup supel dan gamblang dalam menerangkan gagasan-gagasan kebaikan bagi warga.

Ketika Masyarakat Mandiri – Dompet Dhuafa membawa program pemberdayaan petani  di desanya Iswanda, cukup mudah diterima warga. Setelah melalui survey dan need assessment,  program yang paling tepat di desa tersebut tak lain budi daya sereh wangi di lahan kering.

“Program ini sangat diterima masyarakat. Sereh wangi sendiri, kami lihat cukup prospektif. Tantangan orang sini kan, ini sesuatu yang baru. Kami belum punya pengalaman  tapi kami mencoba terjun budidaya sereh karena kami tertarik sekali.  Selama ini petani di sini umumnya mengembangkan minyak nilam. Bagi kami budidaya dan pengembangan sereh itu benar-benar baru,” jabar Iswanda lagi.  

Iswanda dan 70 orang warga menjadi mitra dampingan Masyarakat Mandiri untuk budi daya ini. Pada tahap awal budi daya, sereh wangi  mulai ditanam di lahan kering milik Perhutani dengan model tumpang sari, alias ditanam di sela-sela tanaman hutan.

Seorang pendamping ditempatkan di Desa Suka Rapih. Ia mendampingi Iswanda dan kelembagaan yang ada untuk berkembang menjadi lembaga yang lebih produktif.  Melalui pendampingan, program pemberdayaan Masyarakat Mandiri  Dompet Dhuafa mampu menjangkau masyarakat desa hutan yang rawan ketertinggalan seperti di daerah Kuningan.

Tak salah Iswanda dipercaya menjadi garda depan program ini. Ia tampak cukup memiliki visi yang baik bagi warga. Lihatlah pandangannya.  “Karena gagasan seperti ini benar-benar baru, pastilah  butuh modal tak kecil, tenaga dan manajemen bagus ,  tak ngawur. Ada aturan mengelola sereh. Sementara prospek sereh diakui dunia, dari minyak, campuran premium, sampai obat-obatan.”

Pendampingan mengajak kelembagaan pimpinan Iswanda memiliki energi untuk tampil sebagai lembaga pengembang sereh wangi dengan melibatkan para petani. Modal lahan telah tersedia, setidaknya 9,6 hektar lahan kering milik perhutani yang bisa digarap enam kelompok. Berarti di sini ada kerjasama dengan Perhutani dalam pemanfaatan lahgan. Dulu, lahan kering bagi warga hampir tak menghasilkan apa-apa. Namun, pilihan tanaman sereh wangi membuat Iswanda dan kawan-kawan menjadi berkah. Karena, sereh akan tumbuh di lahan kering sekalipun.

Didik, Pendamping Mandiri dari MM beruntung bertemu dengan Iswanda. Laki-laki berbadan jangkung itu memiliki potensi yang baik untuk menjadi lokomotif warga mengembangkan  budi daya yang benar-benar baru bagi warga Suka Rapih. Ke depan, sebuah pabrik kecil dipersiapkan sebagai alat produksi minyak sereh. Sebuah lahan milik seorang warga disiapkan  untuk tempat berdirinya pabrik.

Kepercayaan pendamping pada Iswanda semoga tunai. Pria itu memiliki harapan lurus ke depan. “Syukur-syukur para petani di lahan kering hutan di bawah Perhutani ini nantinya punya lembaga seperti koperasi. Koperasi  diharapkan bisa mendekatkan antar warga masyarakat . Lebih dari itu,  koperasi yang menaungi para petani sereh itu sendiri bisa maju,” pungkasnya.  

Diposting oleh Hery D. Kurniawan
Diposting pada hari Selasa, 13 Juli 2010 16:05:48


<<-- Kembali


Sinergi & CSR


Pasar Modal Indonesia Bangun Sarana Air Bersih  di Kuningan dan Tangerang
Pasar Modal Indonesia Bangun Sarana Air Bersih di Kuningan dan Tangerang
Asistensi Koperasi Atsiri Wana Tiara
Asistensi Koperasi Atsiri Wana Tiara
Kiprah Bersama Lembaga Mendiang Anita Roddick
Kiprah Bersama Lembaga Mendiang Anita Roddick
4 Tahun Bersama JICA, Menggarap Desa
4 Tahun Bersama JICA, Menggarap Desa
Mendorong Kesejahteraan Warga Seputar PT Arun NGL
Mendorong Kesejahteraan Warga Seputar PT Arun NGL

HIGHLIGHT


 PENGUATAN USAHA MIKRO KECIL INDUSTRI RUMAH TANGGA BERBASIS KLUSTER MAKANAN RINGAN DI CIAMIS
PENGUATAN USAHA MIKRO KECIL INDUSTRI RUMAH TANGGA BERBASIS KLUSTER MAKANAN RINGAN DI CIAMIS
PENGEMBANGAN IRT MINYAK ATSIRI BERBAHAN SEREH WANGI BERBASIS KOMUNITAS PETANI LAHAN KERING
PENGEMBANGAN IRT MINYAK ATSIRI BERBAHAN SEREH WANGI BERBASIS KOMUNITAS PETANI LAHAN KERING
PEMBERDAYAAN PETANI DAN KELUARGANYA MELALUI PENGEMBANGAN USAHA KECIL BERBASIS SINGKONG
PEMBERDAYAAN PETANI DAN KELUARGANYA MELALUI PENGEMBANGAN USAHA KECIL BERBASIS SINGKONG
PROGRAM KPMS SURABAYA
PROGRAM KPMS SURABAYA
Empowerment Program for Cassava Farmers through Developing the Community Based-Agroindustries
Empowerment Program for Cassava Farmers through Developing the Community Based-Agroindustries
Pemberdayaan Pedagang Makanan di Kampus IPB
Pemberdayaan Pedagang Makanan di Kampus IPB
Economic Empowerment Program for Batik-Craftmen at Imogiri-Bantul, Yogyakarta
Economic Empowerment Program for Batik-Craftmen at Imogiri-Bantul, Yogyakarta
Pemberdayaan Ekonomi Korban Tsunami Ciamis
Pemberdayaan Ekonomi Korban Tsunami Ciamis
Gerakan Lima Kilogram Gula untuk Pendidikan
Gerakan Lima Kilogram Gula untuk Pendidikan
Pemulihan Ekonomi Situ Gintung
Pemulihan Ekonomi Situ Gintung
Telkomsel Berbagi Kemandirian
Telkomsel Berbagi Kemandirian
Ketahanan Pangan - Pemberdayaan Petani Ubi Jalar Kuningan
Ketahanan Pangan - Pemberdayaan Petani Ubi Jalar Kuningan
Pemberdayaan Kelompok Pengusaha Makanan Sehat
Pemberdayaan Kelompok Pengusaha Makanan Sehat
Micro Enterprise Empowering Program
Micro Enterprise Empowering Program

Woro-Woro


Protect Your System
Protect Your System
PELATIHAN PENDAMPING COMMUNITY DEVELOPMENT 2010
PELATIHAN PENDAMPING COMMUNITY DEVELOPMENT 2010

 
Spirit



Agar ISM Menjadi Lembaga Pembelajar
Agar ISM Menjadi Lembaga Pembelajar
“FACE TO FACE WITH MACHETE”
“FACE TO FACE WITH MACHETE”
SOCIAL ENTREPRENEUR : NOT ONLY GIVING THE HOOK
SOCIAL ENTREPRENEUR : NOT ONLY GIVING THE HOOK
BUILDING PARTNERSHIP FOR COMMUNITY STRENGTHENING
BUILDING PARTNERSHIP FOR COMMUNITY STRENGTHENING
SOCIAL WORKER VS SOCIAL ENTREPRENEUR
SOCIAL WORKER VS SOCIAL ENTREPRENEUR


Photo Gallery




Video Gallery


Klip Versi Batik Giriloyo
KLIP SPIRIT TAHU 2009
KLIP Jagung
Mursidi dari Desa Muara
REVITALISASI POSYANDU DI TANGERANG 2008
REVITALISASI POSYANDU DI TANGERANG 2007
REVITALISASI POSYANDU DI TANGERANG 2008 Bag. II
Pemberdayaan Keluarga Pekerja Migran
Pemberdayaan Keluarga Pekerja Migran - bag II
IKRAR MITRA
Griya Industri Gula Kelapa Pacitan
Micro  Entreprise Empowering Program Lhokseumawe

 

 
Designed & Developed By Solusi-IT.Com