Pria asal Lebaksiu Kabupaten Tegal ini telah puluhan tahun merantau ke Jakarta. Seperti halnya kebanyakan penduduk Lebaksiu, ia pun mahir membuat martabak dan menjadikan keahliannya tersebut sebagai penopang hidupnya sehari-hari. Memang daerah Lebaksiu identik dengan martabak, sehingga banyak orang di desanya yang berprofesi sebagai penjual martabak di berbagai daerah. Setelah melewati masa jaruh-bangun usaha, pria berumur 40 tahun ini kini berhasil jadi juragan martabak di Jakarta Timur.
Menurut Sopan, sebenarnya usaha berjualan martabak cukup menjanjikan mengingat pangan jajanan ini cukup populer dan digemari masyarakat luas. Namun, yang seringkali terjadi, para pedagang martabak menemui masalah keterbatasan modal. Itu di antaranya yang membuat lemahnya inovasi produk. Tak heran martabak kalah bersaing dengan makanan jajanan ala barat yang menjamur di kaki lima sebagai usaha franchise seperti burger, creepes dan kebab. Belum lagi lonjakan harga bahan baku dasar seperti telur, terigu, gula dan mentega, sehingga seringkali terpaksa pedagang seperti dirinya memilih untuk mengurangi produksinya daripada harus menaikkan harga.
Di tengah jatuh-bangun usaha turun-temurun yang diwarisinya, Sopan tak patah arang. Cita-cita untuk jadi juragan martabak terus terpatri di hatinya. Maka, ketika Masyarakat Mandiri menggulirkan program pendampingan Kelompok Pedagang Makanan Jajanan Sehat (KPMS) di Jakarta, ia pun serta-merta menyambutnya. “Dengan menjadi mitra MM banyak sekali manfaat yang saya rasakan, selain modal kita juga bisa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan wirausaha,” ujar Sopan.
Nah, tambahan modal digunakan Sopan untuk melakukan inovasi produk. Kini ia tak lagi hanya menjual martabak manis dan martabak telor biasa, tapi banyak pilihan rasa dan bentuk yang dibuatnya. Para penggemar martabak yang biasa melewati jalur bawah by pass Cipinang, Jakarta Timur banyak yang mulai kenal di jalur itu sudah ada martabak berbagai bentuk dan rasa. Sopan memanjakan lidah konsumen dengan martabak jumbo, martabak mini dan martabak unyil. Bagi para penggemar martabak, silahkan mampir ke warung tenda sederhana “Martabak Unyil Amri”.
Selain tawaran rasa yang enak, martabak yang menggunakan nama Amri anaknya sebagai merek dagang ini juga sudah memperoleh sertifikat halal dari LP POM MUI. “Alhamdulillah, karena dorongan Mbak-mbak Pendamping, produk saya sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. Saya senang, sertifkat ini bisa menambah tertarik konsumen. Pedagang kaki lima seperti saya yang punya sertifkat halal cuma saya. Yang lain belum ada. Ini bisa menambah penjualan martabak saya,” urai Sopan.
“Kerjasama dengan MM, alhamdulillah segala sesuatu bisa dimudahkan. Bantuan termasuk sertifikat tanpa keluar uang. Setelah saya masuk jadi anggota koperasi dan KPMS, saya masuk dapat motivasi, pelajaran, pembinaan dari MM, juga dapat sertifikat halal tanpa keluar uang.”
Dengan warung tenda sederhananya di sisi timur by pass itu, Sopan ia kini menambah dagangan berupa aneka gorengan. Untuk menjalankan usahanya ia didukung anak buah lima orang, dan belum lama sudah bertambah tiga orang lagi. Sopan ketika ditemui tengah mempersiapkan dua cabang warung martabaknya, masih di kawasan Jakarta Timur.
Lewat program KPMS, Sopan mengaku mendapatkan peningkatan kepercayaan diri karena telah mengikuti beragam pelatihan peningkatan kapasitas mitra dampingan. Tak pelak ia pun dipercaya menjadi ketua kelompok sekaligus pengurus Koperasi ISM Cipinang
“Saya dipercaya kelompok untuk tugas kontrol keamanan pangan. Inti program di sini kan memastikan jajanan yang kami buat cukup aman, tidak memakai bahan kimia berbahaya,” kata Sopan yang sehari-hari juga dibantu isteri tercintanya dalam menjalankan usahanya.
Perkembangan usaha dan kepercayaan rekan-rekannya tak lepas dari impiannya di masa masih di desa. ”Cita-cita saya ingin jadi pengusaha, membantu negara dengan cara mengangkat mereka yang menganggur. Mereka saya kasih pekerjaan. Saya lebarkan sayap melalui perluasan pemasaran.”
Jiwa wirausahanya ditunjang oleh sebuah cita-cita yang tak bisa dibilang sepele. Sopan ingin jadi juragan martabak. Dengan menjadi juragan, ia bisa merengkuh orang-orang yang membutuhkan pekerjaan. Dan, ini sudah ia raih.