Mr. Sakamoto: Warga Ciracap, Ganbatte Kudasai!
Sinergi – Ganbatte Kudasai berarti teruslah berjuang. Ungkapan ini disampaikan Mr. Sakamoto kepada warga Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, lokasi program pemberdayaan Komite Sekolah yang sudah memasuki fase pemandirian.
Warga Ciracap memang sedang berjuang. Mereka menginginkan anak-anak mereka tak ketinggalan sekolah. Untuk memenuhi harapan itu, mereka bergerak mengeliminasi budaya malas para orang tua menyekolahkan anak-anaknya melanjutkan dari SD ke SMP. “Kami warga Jaringao Ciracap sudah bermusyawarah, lalu membuat kesepakatan untuk bersama-sama mengupayakan kesejahteraan masyarakat juga pendidikan anak-anak agar lanjut,” ungkap Makmun, warga Jaringao.
Pandangan menyekolahkan anak-anak tuntas wajib belajar kurang penting menjadi keprihatinan tersendiri bagi mereka. Dari diskusi dengan tim program Masyarakat Mandiri, warga bersepakat memprakarsai upaya yang bersifat pembiasaan, bahkan sebuah gerakan. Warga Ciracap sadar mereka memiliki sumber daya local berupa pohon kelapa yang biasa diambil niranya sebagai bahan baku gula kelapa. Beranjak dari modal sumber daya itu, warga sepakat dengan gerakan menabung gula kelapa untuk mendukung kelanjutan sekolah putra-putri mereka. Merekapun menabung minimal 5 kg per bulan atau uang setara harga gula. Jadilah gerakan itu dinamakan Gerakan Lima Kilogram Gula Kelapa (Gelipa).
Tak tanggung-tanggung, guna menyokong gerakan itu, mereka membuat koperasi. Makmun dan kawan-kawannya sekitar 50 orang mendirikan Koperasi ISM Sejahtera Bersama. “Mudah-mudahan dengan koperasi, kami makin bisa meningkatkan pendidikan anak-anak kami. Saya selaku ketua koperasi ada target, tahun 2010 ini kami akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bergabung dalam satu wadah kerjasama dan gotong royong bernama koperasi ini,” kata Makmun.
Muhidin, rekan Makmun di Desa Cigebang memiliki semangat, pemahaman dan langkah yang sama. Ia dan 65 orang warga mendirikan Koperasi ISM Maju Bersama. Kedua koperasi dibentuk oleh Komite Sekolah di lingkungan dua sekolah dampingan program kerja sama MM dan Japan International Cooperation Agency (JICA), masing-masing di SDN Jaringao dan SDN Cigebang.
Atas semangat dan hasil kerja keras warga Ciracap itulah, Mr. Sakamoto (Resident Representative dari kantor JICA Indonesia) memberikan motivasi “Ganbatte Kudasai” melalui Dinur Krismasari, Senior Representative JICA Indonesia Office yang memberikan sambutan pada acara “Exit Program Workshop” pada Selasa (2/2), di Ujung Genteng, Sukabumi. “Bantuan JICA ibarat setitik buih di lautan. Saya katakan 99 % keberhasilan program ini karena peran bapak-ibu warga Ciracap. Yang paling penting dari semua ini adalah semangat bapak dan ibu semua,” kata Dinur memberi semangat.
“Saya terharu ketika membaca buku ‘Menabung Gula untuk Pendidikan’, 100 % putra-putri bapak ibu lulus SD lalu bisa lanjutkan SMP. Ini anugerah kita, bapak ibu bersemangat memberikan hak anak-anak bersekolah untuk masa depan mereka,” ungkap Dinur di depan tetamu undangan. Turut hadir dan berbicara pada workshop itu, Drs Taufik Gumelar, MM dari Dinas Perindakop Kabupaten Sukabumi, Nurhayati serta Utomo, MPd dari UPTD Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan Ciracap.