Mendorong Kesejahteraan Warga Seputar PT Arun NGL

Tanggung jawab dunia usaha melalui Corporate Social Responsibility salah satunya diwujudkan dalam bentuk program Community Development. PT Arun NGL mempercayakan Dompet Dhuafa Republika untuk program pemberdayaan ekonomi sekitar wilayah operasi perusahaan.
Program pada tahun I dijalankan oleh para tenaga pemberdayaan Masyarakat Mandiri dengan tujuan pembangunan kesejahteraan sosial warga masyarakat pelaku ekonomi di sekitar wilayah operasi perusahaan. Sampai tahun I kerja sama dalam program pemberdayaan usaha mikro atau Micro Enterprise Empowering Program (MEEP) melesat di atas pencapaian target. Dari target 347 KK mitra yang harus direkrut, tim program sudah merekrut 476 orang mitra. Banyaknya warga yang bergabung pada program disebabkan antusiasme masyarakat yang tinggi, dan ada upaya optimalisasi penyaluran dana untuk pembiayaan usaha. Tidak sampai setahun, warga dampingan sudah membentuk 7 unit koperasi dari 4 koperasi yang ditargetkan.
”Alhamdulillah, setelah didampingi oleh pendamping MEEP kami sudah dapat membentuk koperasi Bungong Harapan. Angsuran mitranya lancar, dan mereka bisa menabung. Warga di sini jadi lebih pintar. Sebagian dari kami mulai bisa menggunakan komputer, walau kadang suka salah, pendamping lagi yang kami repotkan,” ujar Juriah, pengurus koperasi Bungong Harapan - Gampong Batuphat Barat.
Dalam melaksanakan upaya pemberdayaan terhadap mitra-mitra sebagai sebuah komunitas, program telah memfasilitasi mereka untuk membentuk organisasi yang diberi nama Induk. Induk ini berkedudukan di gampong masing-masing di mana para mitra tersebut tinggal, dan telah terbentuk 15 induk. Pencapaian ini telah melebihi target program yang hanya menetapkan 12 induk yang ditargetkan. Tingkat pencapian target pembentukan induk ini adalah 125 %.
Lembaga koperasi mulai berjalan, dengan tujuan mewadahi para mitra agar mau bekerja secara bersama dan gotong-royong dalam suasana kekeluargaan dalam mengembangkan usaha bersama. Dengan demikian kesejahteraan mitra sebagai anggota koperasi memungkinkan untuk tercapai dan selalu berkesinambungan. Dengan berkoperasi ini mitra diharapkan dapat bekerjasama dan saling membantu meningkatkan taraf kesejahteraan. Selain itu, legalitasnya dapat membantu para mitra membangun jaringan dan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Dulu saya pikir nata de coco itu dibuat dari buah kelapa yang putih itu. Ternyata dibuat dari airnya, bahkan yang sudah basi pun bisa diubah jadi nata yang segar. Itu saya ketahui setelah dapat pelatihan dan dampingan dari MEEP. Saya kini bisa memproduksi nata de coco dengan lancar. Dapat menyetok produk mentah untuk kebutuhan 6 bulan ke depan. Lebaran kemarin saya memperoleh untung Rp. 1.500.000. Saya bersyukur dapat menjadi mitra MEEP,” kata Ruwaidah, Ketua Kelompok pengrajin Nata de Coco, Gampong Meuria Paloh.
Selain kelompok pengrajin nata de coco, ada beberapa usaha bersama kelompok lain sudah dibentuk, yaitu peternakan ayam di Blang Pulo, Usaha Bakso ikan di Ujong Blang, usaha kerupuk ikan kiky, usaha ternak kambing di Padang Sakti, usaha keripik singkong di Meuria Paloh, Usaha sembako di Batuphat Barat.
Diposting oleh Hery D. Kurniawan
Diposting pada hari Selasa, 22 Desember 2009 20:55:32