|
| |
Tentang Kami
MASYARAKAT MANDIRI
Masyarakat Mandiri (MM) adalah sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dalam pemberdayaan komunitas di pedesaan, perkotaan dan komunitas di wilayah asal pekerja migran. Kelahirannya dibidani oleh Dompet Dhuafa Republika pada tahun 2000. Sejak bulan Juli 2005, MM resmi menjadi lembaga otonom dengan memperkuat visi dan misi sebagai wahana pemberdayaan berbagai komunitas dhuafa atau tak berdaya (powerless), sehingga mencapai kemandirian.
Proses pemberdayaan komunitas bertitik tolak untuk memandirikan masyarakat guna meningkatkan taraf hidupnya, mengoptimalkan dengan sebaik mungkin sumberdaya alam dan manusia setempat. Di sinilah upaya pendampingan intensif menjadi salah satu pilihan bijak dalam menjalankan proses transformasi kesadaran komunitas untuk berubah dengan sumber daya yang mereka miliki.
VISI
Tumbuhnya komunitas-komunitas yang berdaya dan berkemampuan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya, secara mandiri dan berkesinambungan.
MISI
- Memfasilitasi penyadaran komunitas dalam membangun diri dan lingkungan ke arah kehidupan yang lebih berkualitas.
- Membangun kapasitas kelembagaan lokal.
- Memfasilitasi terjadinya sinergi lintas pelaku (multistakeholder) untuk keberlanjutan sistem mata penghidupan komunitas (livelihood system).
TUJUAN
- Tercapainya kemandirian material komunitas sasaran. Adalah tercapainya kemampuan produktif guna memenuhi kebutuhan hidup dasar (basic needs), serta cadangan dan mekanisme untuk bertahan dalam kondisi krisis.
- Tercapainya kemandirian intelektual komunitas sasaran. Adalah terbentuknya kemandirian berpikir, bersikap serta berkesadaran kritis.
- Tercapainya kemandirian manajemen komunitas sasaran. Adalah kemampuan komunitas dalam mengelola aksi kolektif untuk mewujudkan kelembagaan lokal yang berkelanjutan, sehingga mampu menjalin kemitraan yang setara lintas pelaku (stakeholder).
Dari tahun 2000, MM menjalankan program pemberdayaan masyarakat di 90 desa/kelurahan, 60 kecamatan, 28 kabupaten/kota, dan 9 propinsi.
ARAH PROGRAM
1. Penyadaran
- Proses pengenalan potensi diri dan lingkungan
- Membantu komunitas untuk merefleksikan dan memproyeksikan keadaan dirinya, baik dalam berinteraksi dengan kekuatan-kekuatan domestik maupun kekuatan global, dalam bentuk informasi, teknologi, modal sosial, budaya dan peluang politik.
2. Pengorganisasian
- Organisasi dan kelembagaan harus berawal dari prakarsa masyarakat secara sukarela
- Penguatan organisasi
3. Kaderisasi
- Mempersiapkan kader-kader pengembangan keswadayaan lokal yang akan mengambil alih tugas pendampingan setelah program berakhir
- Kader-kader berasal dari penduduk lokal yang dipilih oleh masyarakat secara partisipatif dan musyawarah
- Ukuran keberhasilan kaderisasi dapat dilihat dari kemampuan kader lokal untuk memainkan peran sebagai pendamping, sebelum program berakhir, yang ditentukan oleh penilaian masyarakat.
4. Dukungan Teknis
- Penguasaan sumberdaya informasi
- Teknologi tepat guna
5. Pengelolaan Sistem
- Memperlancar upaya masyarakat memperoleh kebutuhan, baik secara individu maupun secara berkelompok, dalam sistem mata pencaharian yang berkelanjutan (sustainable livelihood system)
- Mempertemukan kepentingan lintas pelaku (multistakeholders).
- Keterkaitan antar organisasi lokal dan pasar, antar badan-badan perwakilan di aras yang lebih tinggi dan sebagainya.
PENDEKATAN PROGRAM
- Pembentukan kelompok secara partisipatif
- Pendampingan langsung
- Penumbuhan kader lokal
- Pengembangan kelembagaan komunitas
- Menjalin kerjasama lintas pelaku (multistakeholder)
KOMPONEN PROGRAM
- Pembiayaan usaha mikro berbasis kelompok
- Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia
- Pengembangan kelembagaan komunitas
- Pemupukan modal swadaya
- Pembangunan jaringan dan sinergi
- Pengembangan informasi dan teknologi tepat guna
TAHAPAN PROGRAM
Pra-persiapan
Persiapan
Pelaksanaan program
- Sosialisasi program pada level komunitas
- Melakukan kajian keadaan komunitas secara partisipatif
- Menemukenali masalah, potensi dan kelompok sasaran
- Pembentukan kelompok
- Pendampingan: Perintisan dan penumbuhan, Penguatan (usaha, manajemen organisasi, jaringan dan permodalan),
- Pemandirian, Pembentukan kader komunitas
Pelepasan program
- Kader komunitas siap mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan program, keuangan dan kelembagaan
- Lembaga komunitas mempunyai aspek legal dan kapasitas yang memadai untuk mengakses kerjasama dengan pihak-pihak terkait di luar komunitas (multistakeholder).
Strategic Advisor
Eri Sudewo
Nana Mintarti
Direktur Eksekutif
Tektano GDS
Manajer Program
Ponco Nugroho
Kabag Operasional General Support
Wasi'ah R. Mahary
Koordinator General Affair
Sutisna Ahmad
Staf Akunting
Liberti Sanusi
Anwar Syam
Manajer Marketing & Communication
A. Robi
Communication Staff
Hery D. Kurniawan
Staf Marketing
Dessy Sonyaratri
Nurhamdani S.
Program Urban
Supervisor
Munipah
Koordinator
Leni Marlina
Dede Sukiaji
Pendamping Mandiri
Mely
Whayuda
Ardiansyah Mei
Harni Rahmawati
Siti Qoriah
Program Rural
Supervisor
Ahsin Aligori
Koordinator
Gito Haryanto
Pendamping Mandiri
Asep Surahman
Tutur Sazli
Ari TW
Siskawati
Ariansyah
Nurhayati
Livson Zulkah
M. Khaerul Jamal
Samir
Mitra kerja sama Masyarakat Mandiri:
1. Bank Danamon Syariah
2. PT Arun NGL
3. Exxon Mobil Oil
4. Telkomsel Siaga
5. GAP Inc
6. PT. Billpas
7. PT. Pupuk Kaltim, Bontang
8. GarudaFood
9. PT Jasamarga
10. Yayasan Tazkia Amythas
11. Masjid An-Nashr Bintaro
12. Yayasan Al Ittihad Legenda Wisata Cibubur
13. DKM Darussalam Kota Wisata Cibubur
14. LAZ An-Nuur Indonesia Power
15. F Technopark IPB
16. Universitas Islam Negeri Jakarta
17. PP Aisyah-AUSAID
18. Oxfam
19. Church World Service (CWS)
20. Japan International Cooperation Agency (JICA)
21. Dompet Dhuafa Perwakilan Hongkong
22. Baznas
23. Dompet Dhuafa Perwakilan Kaltim
24. Pemda Kab.Tanggamus, Lampung
25. PUMITA Hongkong
26.The Body Shop Foundation
Pasar Modal Indonesia Bangun Sarana Air Bersih di Kuningan dan Tangerang
Asistensi Koperasi Atsiri Wana Tiara
Kiprah Bersama Lembaga Mendiang Anita Roddick
4 Tahun Bersama JICA, Menggarap Desa
Mendorong Kesejahteraan Warga Seputar PT Arun NGL
|

PENGUATAN USAHA MIKRO KECIL INDUSTRI RUMAH TANGGA BERBASIS KLUSTER MAKANAN RINGAN DI CIAMIS
PENGEMBANGAN IRT MINYAK ATSIRI BERBAHAN SEREH WANGI BERBASIS KOMUNITAS PETANI LAHAN KERING
PEMBERDAYAAN PETANI DAN KELUARGANYA MELALUI PENGEMBANGAN USAHA KECIL BERBASIS SINGKONG
PROGRAM KPMS SURABAYA
Empowerment Program for Cassava Farmers through Developing the Community Based-Agroindustries
Pemberdayaan Pedagang Makanan di Kampus IPB
Economic Empowerment Program for Batik-Craftmen at Imogiri-Bantul, Yogyakarta
Pemberdayaan Ekonomi Korban Tsunami Ciamis
Gerakan Lima Kilogram Gula untuk Pendidikan
Pemulihan Ekonomi Situ Gintung
Telkomsel Berbagi Kemandirian
Ketahanan Pangan - Pemberdayaan Petani Ubi Jalar Kuningan
Pemberdayaan Kelompok Pengusaha Makanan Sehat
Micro Enterprise Empowering Program
| |